Ditembak Lelaki Arab, Diselamatkan Dokter Arab

Ahmad Id bakal tersinggung jika ada yang menanyakan soal kesetiannya terhadap Israel lantaran dia orang Arab.

Dokter Arab rawat pasien Yahudi

Ahad, 4 Agustus 2014. Seorang lelaki bersenjata dan bersepeda motor dari jarak dekat menembak ke arah Chen Schwartz di daerah Gunung Skopus, Yerusalem. Dua peluru mengenai serdadu Israel itu. Dia luka parah dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Hadassah.

Profesor Ahmad Id, kepala tim operasi rumah sakit, diminta ke ruang operasi dan menangani korban. “Dia kehilangan banyak darah,” kenang Id. Dia kemudian menelepon dokter ahli dari sebuah rumah sakit di daerah Ein Karem. Dokter perempuan itu datang dikawan seorang polisi bermotor. Continue reading

Advertisements

Pesanan Ahmad Isak Narjis

“Jika dua anak saya orang Yahudi, apakah dunia juga akan sebungkam ini?” tanya sang ibu di antara derai tangisnya.

Kerabat tengah meratapi jenazah Ahmad al-Qayid, 12 tahun, di tempat pengungsian, sebuah sekolah milik UNRWA di Gaza.

Gencatan senjata sepihak oleh Israel sudah memasuki hari ketiga kemarin. Di Ibu Kota Kairo, Mesir, perundingan masih berlangsung.

Suasana di Rumah Sakit Syifa, Kota Gaza, masih tenang meski ratusan pengungsi masih berkemping di sana. Di antara mereka terdapat Narjis al-Qayid, 21 tahun. Seiring hari terus berlalu, hatinya kian galau menanti nasib adik kandungnya, Ahmad, 12 tahun. Continue reading

Berselimut Cemas dan Senyap di Sderot

Sebagian besar warga Sderot tidak yakin Palestina dan Israel bisa berdamai.

Warga Sderot menyaksikan pertempuran di Jalur Gaza.

Chen Elhamliah masih bisa mengingat ketika dia pertama kali melihat roket Qassam. Saat itu dia baru 14 tahun dan berdiri di depan jendela waktu memandang ke arah Jalur Gaza. Ayahnya tengah melakoni sebuah pekerjaan di depan rumah.

Tiba-tiba dia melihat sesuatu terbang di udara, mendekat sangat cepat. Kemudian terdengar suara ledakan keras. Kaca jendela bergetar dan bumi bergoyang. Di tempat ayahnya berdiri beberapa detik sebelumnya, muncul gumpalan asap tebal. “Saya tadinya berpikir ayah telah tewas. Tidak pernah seumur hidup saya merasakan begitu takut. Tak pernah,” kata Elhamliah, kini 23 tahun, kepada Middle East Eye Selasa pekan ini. Continue reading

Lunasi Utang Darah di Shuafat

“Tidak ada perbedaan antara darah Arab dan darah Yahudi. Pembunuhan adalah pembunuhan apapun bangsa dan usia korban.”

Sang ibu tengah memegang telepon seluler  berisi gambar putranya, Muhammad Abu Khudair, tewas dibunuh pemukim Yahudi, Rabu, 2 Juli 2014.

Jarum jam belum genap pukul empat, Rabu dini hari lalu. Sehabis makan sahur, Muhammad Abu Khudair, 16 tahun, bergegas keluar rumahnya di kawasan Shuafat, Yerusalem Timur. Dia kemudian berjalan menuju masjid untuk melaksanakan salat subuh berjamaah.

Tiba-tiba melintas sebuah Honda Civic hitam dan langsung memutar arah. Dua pemukim Yahudi turun dan memanggil Muhammad. Seorang lagi menunggu di belakang kemudi. Pemuda ini menghampiri kedua lelaki itu tanpa curiga. Continue reading

Misteri Tukang Kunci dan Pencukur Rambut Asal Hebron

Israel mengumumkan Amir Abu Aisyah dan Marwan Qawasmi sebagai penculik tiga warga mereka.

Amir Abu Aisyah (kiri) dan Marwan Qawasmi, tersangka dalam kasus penculikan tiga warga Israel.

Bus-bus berisi prajurit dari sekolah komando Selasa siang lalu berhenti di tengah jalan tol Trans-Judea. Ratusan tentara itu dengan hati-hati turun ke palung-palung sungai di utara jalan bagian dari Desa Bait Kahil, utara Hebron, Tepi Barat.

Calon-calon komandan ini, bersenjata dan beompi antipeluru, mulai menyusuri wilayah itu dengan seksama. Barisan serdadu lainnya menyisir dari rumah ke rumah, gua, sumur, dan halaman dikelilingi tembok. Continue reading