Cinta Mati Widad Selama Hayat Daif

“Hanya aku yang tahu warna kedua matamu, rupa wajahmu, berapa tinggimu, berapa banyak gula kau masukkan ke dalam tehmu, dan seperti apa sikat gigimu.”

Muhammad Daif, panglima Brigade Izzudin al-Qassam.

Enam tahun lalu di sebuah permukiman di Rafah, selatan Jalur Gaza. Widad Asfura bersama ibunya duduk bareng tetangga mereka. Kaum hawa ini asyik mengobrol.

Tiba-tiba saja seseorang ikut nimbrung. Dia bercerita soal rahasia perkawinan Muhammad Diab Daif, panglima Brigade Izzudin Al-Qassam. Dia bilang hingga saat itu Daif belum dikaruniai anak dari perkawinannya, Padahal sang istri sudah menjalani beragam pengobatan, namun tidak ada hasil. Continue reading

Advertisements

Beda Sembahan Sependeritaan

Peluru kendali Israel tidak membedakan antara muslim dan orang Kristen.

Warga muslim dan Kristen di Kota Gaza sama-sama mengangkat peti jenazah Jalila Ayyad saat mau dikuburkan akhir Juli 2014.

Tanpa peringatan, Sabtu di akhir Juli lalu, sebuah peluru kendali Israel menghantam rumah keluarga Ayyad. Mereka menjadi keluarga minoritas Kristen pertama menjadi sasaran gempuran Israel di Jalur Gaza.

Kediaman Ayyad rusak berat. Perlengkapan rumah berantakan dan barang-barang lainnya, termasuk mainan anak, berserakan. Serangan itu menewaskan Jalila Ayyad. “Kami minoritas Nasrani tidak berkaitan dengan Hamas atau Fatah. Kami menjaga diri dan menjauhi masalah,” kata Fuad Ayyad, keponakan Jalila. Continue reading

Pesanan Ahmad Isak Narjis

“Jika dua anak saya orang Yahudi, apakah dunia juga akan sebungkam ini?” tanya sang ibu di antara derai tangisnya.

Kerabat tengah meratapi jenazah Ahmad al-Qayid, 12 tahun, di tempat pengungsian, sebuah sekolah milik UNRWA di Gaza.

Gencatan senjata sepihak oleh Israel sudah memasuki hari ketiga kemarin. Di Ibu Kota Kairo, Mesir, perundingan masih berlangsung.

Suasana di Rumah Sakit Syifa, Kota Gaza, masih tenang meski ratusan pengungsi masih berkemping di sana. Di antara mereka terdapat Narjis al-Qayid, 21 tahun. Seiring hari terus berlalu, hatinya kian galau menanti nasib adik kandungnya, Ahmad, 12 tahun. Continue reading

Mitos Bernama Daif

“Banyak pihak di Israel membayangkan bagaimana Daif bisa tetap hidup setelah satu peluru kendali Hellfire meledakkan mobilnya, mengakibatkan pecahan rudal menembus kepala dan menghancurkan organ-organ vitalnya,”

Muhammad Daif, komandan Brigade Izzudin al-Qassam.

Untuk kali keempat Israel berupaya membunuh Muhammad Daif, diyakini kembali mengendalikan Brigade Izzudin al-Qassam (sayap militer Hamas) setelah Ahmad al-Jabari terbunuh pertengahan November tahun lalu. Jet tempur F-16 negara Zionis Selasa malam pekan lalu mengebom kediaman Daif di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.

Dia sebenarnya sudah cacat lantaran cedera parah akibat tiga kali usaha Israel melenyapkan nyawanya. Dia memang menjadi sasaran nomor wahid negara Bintang Daud itu dalam dua dasawarsa terakhir. Dia diyakini terlibat dalam serangkaian bom bunuh diri dan penculikan. Continue reading

Nestapa Hiba Pengungsi Gaza

Hiba Ziad bersama bayinya baru berumur sepekan terpaksa mengungsi di sebuah sekolah di Kota Gaza.

Seorang ibu di Gaza tengah menunggui bayinya tidur di sebuahsekolah tempat pengungsian.

Kawasan Abu Albas, Kota Gaza, Selasa malam lalu begitu mengerikan. Suara ledakan peluru kendali dimuntahkan jet-jet tempur F-16 seolah tidak berhenti. Situasi malam itu gulita lantaran listrik padam.

Di dalam sebuah rumah di daerah itu, Fadil, bayi belum genap berusia sepekan, ketakutan. Dia menangis sejadi-jadinya seolah ingin mengalahkan gelegar bunyi ledakan dan raungan mesin-mesin perang Israel. Sang ibu, Hiba Ziad, tidak kuasa menghibur. Continue reading