Cinta Mati Widad Selama Hayat Daif

“Hanya aku yang tahu warna kedua matamu, rupa wajahmu, berapa tinggimu, berapa banyak gula kau masukkan ke dalam tehmu, dan seperti apa sikat gigimu.”

Muhammad Daif, panglima Brigade Izzudin al-Qassam.

Enam tahun lalu di sebuah permukiman di Rafah, selatan Jalur Gaza. Widad Asfura bersama ibunya duduk bareng tetangga mereka. Kaum hawa ini asyik mengobrol.

Tiba-tiba saja seseorang ikut nimbrung. Dia bercerita soal rahasia perkawinan Muhammad Diab Daif, panglima Brigade Izzudin Al-Qassam. Dia bilang hingga saat itu Daif belum dikaruniai anak dari perkawinannya, Padahal sang istri sudah menjalani beragam pengobatan, namun tidak ada hasil. Continue reading

Advertisements

Mitos Bernama Daif

“Banyak pihak di Israel membayangkan bagaimana Daif bisa tetap hidup setelah satu peluru kendali Hellfire meledakkan mobilnya, mengakibatkan pecahan rudal menembus kepala dan menghancurkan organ-organ vitalnya,”

Muhammad Daif, komandan Brigade Izzudin al-Qassam.

Untuk kali keempat Israel berupaya membunuh Muhammad Daif, diyakini kembali mengendalikan Brigade Izzudin al-Qassam (sayap militer Hamas) setelah Ahmad al-Jabari terbunuh pertengahan November tahun lalu. Jet tempur F-16 negara Zionis Selasa malam pekan lalu mengebom kediaman Daif di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.

Dia sebenarnya sudah cacat lantaran cedera parah akibat tiga kali usaha Israel melenyapkan nyawanya. Dia memang menjadi sasaran nomor wahid negara Bintang Daud itu dalam dua dasawarsa terakhir. Dia diyakini terlibat dalam serangkaian bom bunuh diri dan penculikan. Continue reading