Bersorak Saat Bom Meledak

Di atas sebuah bukit beberapa kilometer dari Gaza, warga Israel menggelar nonton bareng Perang Gaza.

Sejumlah warga Israel menggelar acara nonton bareng Perang Gaza di atas sebuah bukit di pinggiran Kota Sderot, selatan Israel.

Ketika sebagian besar dari 25 ribu penduduk di Kota Sderot, selatan Israel, saban malam tinggal dalam rumah atau tempat berlindung dari serangan roket asal Jalur Gaza, Anda bakal menemukan pemandangan aneh sekaligus miris di atas sebuah bukit di pinggiran kota itu. Tempat ini berubah dari bersuasana menyeramkan menjadi semarak semacam ada pesta.

“Kami datang ke sini untuk menonton Israel menghancurkan Hamas,” kata Eli Chone, 22 tahun, warga Amerika tinggal di Israel. Continue reading

Berselimut Cemas dan Senyap di Sderot

Sebagian besar warga Sderot tidak yakin Palestina dan Israel bisa berdamai.

Warga Sderot menyaksikan pertempuran di Jalur Gaza.

Chen Elhamliah masih bisa mengingat ketika dia pertama kali melihat roket Qassam. Saat itu dia baru 14 tahun dan berdiri di depan jendela waktu memandang ke arah Jalur Gaza. Ayahnya tengah melakoni sebuah pekerjaan di depan rumah.

Tiba-tiba dia melihat sesuatu terbang di udara, mendekat sangat cepat. Kemudian terdengar suara ledakan keras. Kaca jendela bergetar dan bumi bergoyang. Di tempat ayahnya berdiri beberapa detik sebelumnya, muncul gumpalan asap tebal. “Saya tadinya berpikir ayah telah tewas. Tidak pernah seumur hidup saya merasakan begitu takut. Tak pernah,” kata Elhamliah, kini 23 tahun, kepada Middle East Eye Selasa pekan ini. Continue reading

Bujuk Muslim Buat Rujuk

Kedutaan Besar Israel di Singapura saban tahun mengundang tokoh pemuda Islam merayakan kemerdekaan negara Zionis itu.

Profesor Rahim Yunus dari Indonesia termasuk dalam rombongan 14 tokoh Islam mengunjungi bekas kamp Nazi Jerman di Auschwitz, Polandia, Rabu (22/5).

Kejadian mengejutkan itu muncul Rabu pekan lalu. Sebanyak 14 tokoh Islam dari Indonesia, Arab Saudi, Yordania, Palestina, Turki, Bosnia, Nigeria, dan Amerika Serikat, berkunjung ke bekas kamp Nazi Jerman di Auschwitz, Polandia.

Tidak sekadar melawat, orang-orang dianggap memahami ajaran Islam ini melaksanakan salat gaib buat mendoakan arwah kaum Yahudi dibantai selama Perang Dunia Kedua itu. Apa yang dapat Anda bilang? Tak ada kata-kata. Apa yang Anda saksikan di luar imajinasi manusia,” kata Presiden Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA) Imam Muhammad Magid kepada kantor berita AFP. Continue reading

Dag Dig Dug di Sderot

Sirene tanda bahaya meraung saban pukul enam pagi.

Bukan sekadar makan, minum, dan tidur buat bertahan hidup di Sderot, kota berjarak hanya satu kilometer dari Kota Bait Hanun, utara Jalur Gaza. Para penduduk di sana mesti selalu waspada sekaligus cekatan jika serangan roket datang.

Ketika sirene tanda bahaya meraung-raung, hanya seperempat menit waktu untuk menyelamatkan diri, lari ke tempat perlindungan. “Suasana di Sderot saban hari mencekam, terutama saat perang terjadi,” kata Anav Silverman, relawan kemanusiaan, saat dihubungi Hamaslovers melalui telepon selulernya kemarin malam. Continue reading

Nonton Bareng Perang Gaza

Warga Israel menjadikan agresi militer Israel  sebagai tontonan menarik.

Bendera Israel di tanah Gaza

Inilah pemandangan ironis saban pagi di daerah perbukitan selatan Israel. Rata-rata lusinan orang dari seantero negeri menikmati agresi negara Zionis itu ke Jalur Gaza.

Salah satu penonton setia Perang Gaza itu adalah Moti Danino, warga Kota Sderot, Israel Selatan. Seperti biasa, Sabtu pagi pekan lalu, ia datang dengan kursi santai berbahan kanvas. Sambil menyaksikan gempuran udara dan artileri pasukan Israel, mulutnya mengunyah makanan dan minuman ringan. Ia jyga menyetel radio kecil untuk mendengarkan kabar terbaru dari medan pertempuran. Continue reading