Jika Mandela Orang Palestina

Oleh: Faisal Assegaf

Dunia seolah terguncang dengan wafatnya pemimpin perjuangan anti-apartheid sekaligus mantan Presiden Afrika Selatan Jumat pekan lalu. Kesohoran namanya lintas ras dan benua. Sampai-sampai semua media, termasuk media sosial, seharian mengupas sosok dan jasanya dalam memberangus politik rasis semasa rezim kulit putih berkuasa di negaranya.

Begitu banyak orang mengagumi Mandela. Stadion Soccer City di Kota Johannesburg berkapasitas hampir 85 ribu tempat duduk penuh saat acara mengenang kematian lelaki berdarah Suku Thembu itu dilangsungkan di sana Selasa lalu. Seratusan kepala negara hadir buat memberikan penghormatan terakhir terhadap jasad berusia 95 tahun itu. Continue reading

Advertisements

Diintimidasi Agen Mossad

F masuk daftar hitam Mossad lantaran berhubungan dengan Mordechai Vanunu.

Markas Mossad di Ibu Kota Tel Aviv, Israel.

F sudah lupa bulan apa dan bahkan tahun berapa kejadiannya. ceritanya begini. Suatu hari lelaki berinisial Y menghubungi dia.

Entah dari mana Y mendapatkan nomor telepon seluler F. Lebih mengejutkan lagi, dia juga tahu nama F meski baru pertama kali mengontak. ….. ada orang dari Tel Aviv mau bertemu kamu. Ini terkait wawancara kamu dengan Mordechai Vanunu, katanya, seperti diceritakan F kepada merdeka.com awal pekan ini. Continue reading

Salah Kaprah Soal Perang Gaza

Oleh: Faisal Assegaf

Setelah Israel menerapkan gencatan senjata sepihak selama tiga hari dengan alasan misi menghancurkan terowongan Gaza tembus ke Israel telah selesai, perang kembali bergulir.

Barangkali banyak yang masih salah kaprah mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik kebiadaban Israel ini. Ingat, dalam sembilan tahun sejak mereka cabut dari Gaza, Israel telah tiga kali menjadikan wilayah seluas setengah lebih sedikit ketimbang Jakarta ini sebagai ladang pembantaian dan latihan perang, yakni pada 2008-2009, 2012, dan yang sekarang tengah berlangsung. Boleh jadi mereka tidak tahu kondisi sebenarnya atau termakan kampanye sesat media-media Barat dan Israel pro-Zionis. Continue reading

Berselimut Cemas dan Senyap di Sderot

Sebagian besar warga Sderot tidak yakin Palestina dan Israel bisa berdamai.

Warga Sderot menyaksikan pertempuran di Jalur Gaza.

Chen Elhamliah masih bisa mengingat ketika dia pertama kali melihat roket Qassam. Saat itu dia baru 14 tahun dan berdiri di depan jendela waktu memandang ke arah Jalur Gaza. Ayahnya tengah melakoni sebuah pekerjaan di depan rumah.

Tiba-tiba dia melihat sesuatu terbang di udara, mendekat sangat cepat. Kemudian terdengar suara ledakan keras. Kaca jendela bergetar dan bumi bergoyang. Di tempat ayahnya berdiri beberapa detik sebelumnya, muncul gumpalan asap tebal. “Saya tadinya berpikir ayah telah tewas. Tidak pernah seumur hidup saya merasakan begitu takut. Tak pernah,” kata Elhamliah, kini 23 tahun, kepada Middle East Eye Selasa pekan ini. Continue reading

Pacar Kafir Yair

“Putra Bibi (panggilan Netanyahu) telah menemukan gadis kafir. Ayahnya bangga serta merestui asimilasi dan perusakan orang Yahudi.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama kedua putranya, Yair (kiri) dan Avner (kanan), berdoa di Tembok Ratapan, kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Tepi Barat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi gunjingan. Bukan lantaran menghabiskan begitu banyak shekel buat membeli es krim kegemarannya, tapi kali ini selentingan muncul akibat perilaku putra sulungnya, Yair.

Yair, 23 tahun, berpacaran dengan gadis non-Yahudi asal Norwegia. Namanya Sandra Leikanger. Umurnya lebih tua dua tahun ketimbang Yair. Keduanya kawan satu kampus di the Interdiscplinary Center, Herzliya, kota pantai di sebelah utara Ibu Kota Tel Aviv. Continue reading