Jika Mandela Orang Palestina

Oleh: Faisal Assegaf

Dunia seolah terguncang dengan wafatnya pemimpin perjuangan anti-apartheid sekaligus mantan Presiden Afrika Selatan Jumat pekan lalu. Kesohoran namanya lintas ras dan benua. Sampai-sampai semua media, termasuk media sosial, seharian mengupas sosok dan jasanya dalam memberangus politik rasis semasa rezim kulit putih berkuasa di negaranya.

Begitu banyak orang mengagumi Mandela. Stadion Soccer City di Kota Johannesburg berkapasitas hampir 85 ribu tempat duduk penuh saat acara mengenang kematian lelaki berdarah Suku Thembu itu dilangsungkan di sana Selasa lalu. Seratusan kepala negara hadir buat memberikan penghormatan terakhir terhadap jasad berusia 95 tahun itu. Continue reading

Advertisements

Salah Kaprah Soal Perang Gaza

Oleh: Faisal Assegaf

Setelah Israel menerapkan gencatan senjata sepihak selama tiga hari dengan alasan misi menghancurkan terowongan Gaza tembus ke Israel telah selesai, perang kembali bergulir.

Barangkali banyak yang masih salah kaprah mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik kebiadaban Israel ini. Ingat, dalam sembilan tahun sejak mereka cabut dari Gaza, Israel telah tiga kali menjadikan wilayah seluas setengah lebih sedikit ketimbang Jakarta ini sebagai ladang pembantaian dan latihan perang, yakni pada 2008-2009, 2012, dan yang sekarang tengah berlangsung. Boleh jadi mereka tidak tahu kondisi sebenarnya atau termakan kampanye sesat media-media Barat dan Israel pro-Zionis. Continue reading

Sharon, Hidup Segan Mati Tak Mau

Ia diperkirakan bakal koma seumur hidup.

Tak terasa kemarin menandai empat tahun mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dalam kondisi koma. Keadaan itu sudah dialami sejak ia diterjang stroke berat tiga bulan menjelang pemilihan umum Maret 2006.

Lelaki kini berusia 81 tahun ini terjerembab saat sedang dalam puncak kesohoran. Ia tergolek lemah tanpa sadar setelah menjalani beberapa kali operasi besar untuk menyembuhkan pendarahan di otaknya. Ia sekarang dirawat di the Sheba Medical Center di Tel Hashomer, sebelah timur Ibu Kota Tel Aviv. Continue reading

PBB Baru Demi Palestina

Oleh Faisal Assegaf, Wartawan Tempo

Israel kembali menyombongkan kekejaman mereka terhadap rakyat Palestina karena memang hanya mereka sendiri yang mampu menghentikan serangan biadab itu. Dunia pun lagi-lagi hanya bisa mengutuk atau mengecam tanpa dapat menghentikan apalagi mencegah serbuan itu terjadi.

Sejak 27 Desember lalu, mesin-mesin perang Israel kembali menyuguhkan pemandangan tragis, dramatis, dan menyayat hati. Hanya dalam empat hari, gempuran negara Zionis itu telah meluluhlantakkan Jalur Gaza yang dikuasai kelompok Hamas, membunuh lebih dari 400 orang yang kebanyakan perempuan dan anak-anak, serta mencederai sedikitnya 2.000 lainnya. Continue reading

Laila Khalid: Saya Tak Pernah Menyesal

Laila Khalid

Namanya pernah menggetarkan dunia. Ia perempuan pertama Palestina yang membajak dua pesawat sebagai protes terhadap penjajahan Israel terhadap negerinya: Palestina. Dialah Laila Khalid, anggota Barisan Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP).

Aksi pertama dilakukan pada 29 Agustus 1969 dengan sasaran Boeing 707 milik maskapai Trans World Airlines bernomor penerbangan 840 dalam perjalanan Roma menuju Athena. Ia memaksa pilot mendarat di Bandar Udara Internasional Damaskus, Suriah, setelah terbang di atas Haifa, kota kelahirannya. Setelah semua penumpang dan awak pesawat turun, Laila dan timnya meledakkan pesawat itu. Continue reading