Beda Sembahan Sependeritaan

Peluru kendali Israel tidak membedakan antara muslim dan orang Kristen.

Warga muslim dan Kristen di Kota Gaza sama-sama mengangkat peti jenazah Jalila Ayyad saat mau dikuburkan akhir Juli 2014.

Tanpa peringatan, Sabtu di akhir Juli lalu, sebuah peluru kendali Israel menghantam rumah keluarga Ayyad. Mereka menjadi keluarga minoritas Kristen pertama menjadi sasaran gempuran Israel di Jalur Gaza.

Kediaman Ayyad rusak berat. Perlengkapan rumah berantakan dan barang-barang lainnya, termasuk mainan anak, berserakan. Serangan itu menewaskan Jalila Ayyad. “Kami minoritas Nasrani tidak berkaitan dengan Hamas atau Fatah. Kami menjaga diri dan menjauhi masalah,” kata Fuad Ayyad, keponakan Jalila. Continue reading

Advertisements

Ahmad Yusuf: Hamas Punya Alat Tukar Tawanan Dengan Israel

“Kami berencana menjadikan keduanya sebagai alat tukar untuk membebaskan tahanan-tahanan Palestina di penjara Israel.”

Hadar Goldin (kiri) dan Shaul Oron, dua serdadu Israel ditawan Hamas.

Hari ini adalah tenggat terakhir gencatan senjata 72 jam antara Hamas dan Israel. perundingan untuk memperpanjang jeda terus berlangsung di Ibu Kota Kairo meski kemungkinannya kecil.

Di tengah situasi tidak menentu itu, Ahmad Yusuf, penasihat mantan Perdana Menteri Ismail Haniyah, menegaskan Hamas akan terus berjuang hingga bangsa dan seluruh wilayah Palestina terlepas dari cengkeraman Israel. Continue reading

Israel Biadab di Mata Raghad

Tentara Israel menembak mati pamannya Raghad sudah mengibarkan bendera putih.

Raghad Qudah berdiri di depan rumah pamannya telah hancur di Khuzaa, Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.

Jumat, 25 Juli 2014. Raghad Qudah tidak mempunyai tempat berlindung selain di rumah pamannya, Muhammad Taufik Qudah, 64 tahun. Sebab di sana ada ruang bawah tanah.

Selama dua malam berturut-turut pasukan israel menggunakan pelbagai jenis senjata dan rudal buat menggempur rumahnya di Khuzaa, Khan Yunis, selatan Jalur Gaza. “Mereka juga menggunakan pestisida seperti sedang membunuh serangga,” kata Raghad. Continue reading

Salah Kaprah Soal Perang Gaza

Oleh: Faisal Assegaf

Setelah Israel menerapkan gencatan senjata sepihak selama tiga hari dengan alasan misi menghancurkan terowongan Gaza tembus ke Israel telah selesai, perang kembali bergulir.

Barangkali banyak yang masih salah kaprah mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik kebiadaban Israel ini. Ingat, dalam sembilan tahun sejak mereka cabut dari Gaza, Israel telah tiga kali menjadikan wilayah seluas setengah lebih sedikit ketimbang Jakarta ini sebagai ladang pembantaian dan latihan perang, yakni pada 2008-2009, 2012, dan yang sekarang tengah berlangsung. Boleh jadi mereka tidak tahu kondisi sebenarnya atau termakan kampanye sesat media-media Barat dan Israel pro-Zionis. Continue reading

Pesanan Ahmad Isak Narjis

“Jika dua anak saya orang Yahudi, apakah dunia juga akan sebungkam ini?” tanya sang ibu di antara derai tangisnya.

Kerabat tengah meratapi jenazah Ahmad al-Qayid, 12 tahun, di tempat pengungsian, sebuah sekolah milik UNRWA di Gaza.

Gencatan senjata sepihak oleh Israel sudah memasuki hari ketiga kemarin. Di Ibu Kota Kairo, Mesir, perundingan masih berlangsung.

Suasana di Rumah Sakit Syifa, Kota Gaza, masih tenang meski ratusan pengungsi masih berkemping di sana. Di antara mereka terdapat Narjis al-Qayid, 21 tahun. Seiring hari terus berlalu, hatinya kian galau menanti nasib adik kandungnya, Ahmad, 12 tahun. Continue reading