Sahabat Pena dari Gaza

Berbeda pandangan soal konflik Palestina dan Israel namun sama-sama menyukai karya Shakespeare.

Perasaan cinta, kasih, dan sayang adalah naluri yang ada pada tiap manusia. Ia tidak bisa musnah meski di tengah medan perang sekalipun. Kenyataan ini pula yang hidup di tengah konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.

Anav Silverman dan Mona Yusuf telah membuktikan itu. Keduanya baru berhubungan selama tiga bulan meski melalui surat yang diperantarai oleh situs berita BBC. Surat ketiga adalah kabar terakhir di antara mereka. Continue reading

Tumbal Demokrasi Palestina

Oleh: Faisal Assegaf

Tanggal 25 Januari tentu selalu berkesan bagi Presiden Otoritas Palestina Mahmud Rida Abbas, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, dan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush. Boleh jadi, ketiganya diliputi rasa tak percaya bila ingat apa yang terjadi dua tahun lalu. Mereka mungkin pula sangat menyesal karena mengizinkan Hamas ikut dalam pemilihan umum.

Hasil pemilihan parlemen pada 25 Januari 2006 memang mengejutkan banyak pihak. Hamas yang baru berumur 21 tahun menguasai Dewan Legislatif Palestina (PLC). Mereka meraup 74 dari 132 kursi yang ada. Sedangkan Fatah yang telah berkuasa selama empat dekade hanya memperoleh 45 kursi. Continue reading

Mahmud Rida Abbas: “Kami Tidak Menawarkan Apapun kepada Israel”

Konferensi internasional yang bakal digelar di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, 27 November mendatang tampaknya menjadi momen sangat penting bagi Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas. Karena itulah, ia melawat ke Indonesia mencari dukungan.

Kepada Tempo, Jakarta Post, dan Media Indonesia, Abbas menjelaskan soal persiapan konferensi itu di tempat menginap Hotel Shangrila, Jakarta, 22 Oktober 2007. Berikut penuturannya: Continue reading

Demi Sebuah Otoritas Semu

Oleh: Faisal Assegaf

Sikap arogan sering membuat orang lupa akan tujuan sejatinya. Ini pula yang terjadi di Palestina. Perseteruan antara Hamas-Fatah telah melahirkan perpecahan di antara bangsa Palestina. Sesuatu yang seharusnya dihindari oleh sebuah bangsa yang sedang dijajah. Konflik bersenjata yang meletus sejak Mei lalu itu dipicu perebutan wewenang soal kontrol keamanan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Fatah yang selama ini faksi paling berkuasa tidak rela menyerahkan kewenangan itu kepada Hamas yang memenangkan pemilihan umum parlemen tahun lalu. Tentu saja sikap ngotot Fatah ini mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Israel. Bila kontrol itu sampai jatuh ke tangan kelompok yang dibentuk Syaikh Ahmad Yassin pada 1987 itu, sangat mungkin serangan roket ke wilayah Israel akan makin gencar. Ini juga bakal menghambat proses perdamaian Israel dan Palestina. Continue reading

Hamas Ekspor Bunga ke Israel

Petani Gaza

Para petani bunga dan strawberi di Jalur Gaza bisa bernafas lega setelah Kementerian Pertanian Israel hari ini mengizinkan ekspor kedua komoditi itu ke negara mereka.

Ini merupakan ekspor pertama sejak Israel memblokade Gaza Juni lalu. Sanksi itu makin diperkuat dengan pembatasan pasokan BBM dan listrik setelah kawasan itu dinyatakan sebagai entitas musuh. Continue reading