Musa Abu Marzuq: “Serangan Bunuh Diri Ada dalam Agenda Kami”

Musa Abu Marzuq

Sebagai salah satu tokoh kunci Hamas, ia menjadi incaran nomor satu Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel). Karena itu wajar saja ia mempunyai banyak nama: Musa Abu Marzuq alias Said Abu Marzuq alias Abu Umar, alias Musa Muhammad Marzuq. Ia kini warga negara Yaman dan pernah berpaspor Mesir serta Amerika Serikat.

Dilahirkan di kamp pengungsi Rafah, Jalur Gaza, Abu Marzuq merupakan ketua pertama Biro Politik Hamas ketika lembaga itu dibentuk pada akhir 1992. Lima tahun kemudian, posisinya turun menjadi wakil ketua. Jabatannya idisi oleh Khalid Misya’al sejak pendiri sekaligus pemimpim spiritual Hamas, Syekh Ahmad Yasin, tewas oleh rudal Israel pada 2004. Continue reading

Shaum di Tanah Terjajah

Warga Palestina di Gaza berpuasa dalam keadaan serba sulit lantaran blokade Israel.

Hidup adalah penderitaan. Bagi sekitar 1,5 juta penduduk Jalur Gaza, kalimat itu bukan sekadar semboyan. Mereka sudah menderita setidaknya selama 14 bulan terakhir.

Tepatnya sejak Israel memblokade wilayah seluas 380 kilometer persegi itu pada pertengahan Juni lalu lantaran dikuasai oleh kelompok Hamas yang anti-Israel. Seluruh pintu perbatasan laut, udara, dan darat ditutup, termasuk perlintasan Erez dan Sofia (Gaza-Israel), Rafah (Gaza-Mesir), dan Karen Shalom (Gaza-Mesir-Israel). Lalu-lintas orang, barang, dan jasa sangat dibatasi. Continue reading

Sahabat Pena dari Gaza

Berbeda pandangan soal konflik Palestina dan Israel namun sama-sama menyukai karya Shakespeare.

Perasaan cinta, kasih, dan sayang adalah naluri yang ada pada tiap manusia. Ia tidak bisa musnah meski di tengah medan perang sekalipun. Kenyataan ini pula yang hidup di tengah konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.

Anav Silverman dan Mona Yusuf telah membuktikan itu. Keduanya baru berhubungan selama tiga bulan meski melalui surat yang diperantarai oleh situs berita BBC. Surat ketiga adalah kabar terakhir di antara mereka. Continue reading

Israel, 60 Tahun Sebagai Parasit

Oleh: Faisal Assegaf

Dapat bertahan hingga 60 tahun tentu sangat membanggakan bagi pemerintah dan rakyat Israel. Karena itu, mereka menggelar pesta besar-besaran selama sepekan untuk memperingati hari kemerdekaan itu. Saking istimewanya, upacara kenegaraan berlangsung pada 8 Mei, mengikuti penanggalan Yahudi, dan bukan per 14 Mei sesuai kalender Masehi.

Namun jika kita memahami bagaimana Israel bisa menjadi negara maju dan kuat, cara yang mereka tempuh sangat menjijikkan dan memalukan. Negara ini hanya mengandalkan Amerika Serikat sebagai sapi perahannya. Lewat lobi Zionis yang jahat dan kotor. Israel berhasil menggerogoti kekayaan dan kemampuan negara adi daya itu. Continue reading

Lisensi untuk Membunuh Hamas

Oleh: Faisal Assegaf

Tidak semua berita yang dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga, seperti itulah kebenarannya. Inilah yang terjadi dalam konferensi perdamaian di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, 27 November lalu.

Memang benar tercipta komitmen bersama antara Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas dan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert. Kedua pemimpin yang bertikai itu sepakat memulai kembali perundingan yang mandek sejak tujuh tahun lalu. Bahkan mereka mengharapkan perdamaian bisa terwujud paling lambat akhir tahun depan. Continue reading