Khalid Misyaal: Kami Tidak Putus Hubungan Dengan Iran

“Tidak diragukan lagi, Iran telah mendukung kami sangat besar dan kami benar-benar menghargai itu.”

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat wawancara khusus dengan Faisal Assegaf dari Hamaslovers di Hotel PNB Darby Park, Kuala Lumpur, Rabu (4/12). (Hamaslovers/Faisal Assegaf

Lawatan kali ini seolah kunjungan balasan atas kehadiran Perdana Menteri Malaysia Najib Razak ke Jalur Gaza, November tahun lalu.

Dalam kunjungan keduanya – setelah menjejakkan kaki kali pertama di negara jiran itu pada 1996 – Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal menghadiri pembukaan konvensi UMNO (Organisasi Bangsa Melayu Bersatu), partai penguasa di sana. Dia juga memberikan kuliah umum di Universitas Islam Antarbangsa di Negara Bagian Selangor.

Sambutan terhadap Misyaal begitu meriah. Tempat duduk disediakan panitia di aula kampus tidak mampu menampung para pengagum Hamas. Banyak yang berdiri.

Dia memang datang atas undangan resmi pemerintah Malaysia. pengawlannya pun seperti kepala negara. Konvoi terdiri dari empat mobil berwarna hitam: tiga Toyota Alphard dan satu Mercedes Benz ditumpangi Misyaal, melaju mulus dipandu dua patroli pengawalan saat kembali ke tempat rombongan menginap di Hotel PNB Darby Park, Kuala Lumpur.

Menurut seorang pengawalnya, protokoler semacam itu wajar. “Karena dia adalah pemimpin dari sebuah organisasi perjuangan mewakili bangsa Palestina,” katanya.

Posisinya di Hamas begitu mentereng. Dia adalah pemimpinĀ  politik dan mengepalai biro politik. Dia telah mengisi jabatan itu empat periode sejak 1996.

Ada empat pengawal pribadi Misyaal. Masing-masing selalu berada di depan, belakang, kanan, dan kirinya. Dalam rombongan Misyaal juga ikut pemimpin Hamas di Libanon Usamah Hamdan.

Umur Misyaal sudah hampir enam dasawarsa. Sebab itu lumrah saja kalau sering sakit pinggang. “Saban kali duduk, dia minta bantal buat menyadarkan punggungya,” ujar seorang anggota pengamanan dari Malaysia. Kebiasaan itu pun dia lakukan saat menerima Faisal Assegaf dari Hamaslovers buat wawancara khusus dalam sebuah kamar di lantai 37 hotel.

Dengan setelan safari hitam dan seraya berzikir memakai tasbih coklat terang di tangan kiri, Misyaal menjawab semua pertanyaan seputar perkembangan terakhir di Palestina, hubungan Hamas dengan Iran dan Mesir, serta sokongan negara Arab dan muslim

Berikut penjelasan Misyaal kepada Faisal Assegaf Rabu lalu:

Sejauh mana hasil perundingan rekonsiliasi dengan Iran?

Pertanyaan itu tidak sesuai kenyataan. Tidak ada pembicaraan soal rekonsiliasi dengan Iran lantaran hubungan kami dengan Iran masih berjalan. Kami tidak putus hubungan dengan Iran.

Kami memang memiliki perbedaan pandangan soal perang di Suriah, tapi hubungan kami dan Iran masih berlangsung.

Tapi Iran sangat marah karena Hamas tidak mau membela Presiden Suriah Basyar al-Assad?

Saya tidak mau membahas soal hubungan politik kami dengan negara-negara lain ke media. Kami hanya mau membicarakan mengenai hal ini dengan negara bersangkutan, bukan kepada media.

Melihat perkembangan terakhir, apakah Anda sadar dan mengakui Iran satu-satunya penyokong setia Hamas?

Tidak diragukan lagi, Iran telah mendukung kami sangat besar dan kami benar-benar menghargai itu. Namun ada juga begitu banyak negara lain membantu kami. Kami memang bersandar pada dukungan rakyat negara lain dan kami menghargai siapa saja menolong kami. Tentu saja sudah menjadi kewajiban untuk membela kami.

Rezim militer Mesir kini menutup perbatasan dan terowongan. Apakah ini berarti Hamas kian terpojok?

Tentu saja Gaza menderita akibat blokade dan isolasi ini seharusnya dihentikan lantaran ini tidak adil. Kami percaya Israel adalah pihak paling bertanggung jawab atas blokade itu. Kami juga yakin ada sejumlah persoalan besar diciptakan oleh Mesir dan kami berharap masalah-masalah ini segera diakhiri.

Kami tidak memiliki masalah dengan Mesir dan kami tidak ingin mencampuri urusan dalam negeri mereka. Pertempuran kami adalah menghadapi penjajahan Zionis.

Kami, Hamas dan Gaza, tidak merasa terpojok. Kami mempunyai banyak pilihan dan semua umat (Islam) membantu kami. Kenyataan di lapangan, kami tangguh. Kami menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk membantu rakyat Palestina menghadapi Israel.

Menurut Anda, kebijakan anti-Hamas ditempuh Mesir lebih buruk ketimbang zaman Husni Mubarak?

Persoalan ini ada;ah masalah dalam negeri Mesir. Siapa memerintah negara mana saja, kami tidak akan mencampuri karena itu masalah dalam negeri mereka. Pendapat kami soal rezim militer di Mesir saat ini kami simpan sebagai rahasia kami.

Dua isu penting ingin kami sampaikan adalah perjuangan kami menghadapi Israel dan musuh kami yakni Israel. Kedua, dunia Arab dan muslim berkewajiban membela isu Palestina dan harus membantu kami. Sebab, perjuangan Palestina adalah perjuangan mereka. Perjuangan Palestina adalah perjuangan umat Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s