Menantang Kuasa Hamas di Gaza

Gerakan Tamarod Gaza merencanakan demonstrasi buat menggulingkan rezim Hamas pada 11 November.

Dua anggota Brigade Izzudin al-Qassam sedang menenggak minuman kaleng.

Rekaman video berdurasi enam menit 33 detik ini muncul di Youtube Senin lalu. Berisi empat pemuda berseragam kaus oblong putih dengan gambar tangan mengepal ke atas dan bertulisan Tamarod fi Gaza (pemberontakan di Gaza). Keempatnya memakai topeng hitam.

Gerakan dibentuk April lalu ini ingin menumbangkan rezim Hamas telah berkuasa di Jalur Gaza sejak pertengahan Juni 2007. Dalam rekaman itu, seorang lelaki membacakan dua lembar pernyataan menegaskan gerakan ini menyerukan demonstrasi besar-besaran pada 11 November, bertepatan dengan haul keenam pemimpin PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) Yasir Arafat.

Tamarod adalah gerakan akar rumput yang menjatuhkan pemerintahan Muhammad Mursi
di Mesir. Mereka ketika itu mengklaim berhasil mengumpulkan 22 juta tanda tangan.
Sedangkan gerakan Tamarod di Gaza mengaku telah mengoleksi 32 ribu tanda tangan.

“Tekanan dan tirani telah mencapai puncaknya dan kami tidak bisa diam lagi,” kata kelompok Tamarod Gaza dalam rekamannya. “Sudah tiba saatnya menolak mati di bawah kendali pasukan keamanan Hamas.”

Tamarod Gaza menyatakan mereka beranggotakan para pemuda dari pelbagai latar belakang dan faksi. Kelompok ini menyebut Hamas sebagai gangster abad pertengahan
gemar menyiksa, menyelundup, menyuap dan berlaku seperti preman. “Gaza sekarang
tidak seperti Gaza kemarin.”

Mereka memperingatkan Hamas tidak akan lagi berkuasa setelah 11 November meski
gerakan itu dtumpas. Namun Tamarod Gaza menegaskan tidak bakal menggunakan
senjata buat menggulingkan Hamas.

“Tidak seperti kalian, kami tidak memamakai senjata menghadapi saudara-saudara kami. Tidak seperti kalian, kami tidak membunuh anak-anak, orang renta, perempuan, dan anak-anak muda. Tidak seperti kalian, kami tidak merusak masjid. Kami akan melawan kalian dengan dada terbuka.”

Sejumlah pejabat Hamas menuding Fatah di balik pembuatan rekaman video itu. “Kami
menyaksikan upaya-upaya Fatah menghasut ketegangan di Gaza,” kata seorang pejabat. “Rakyat kami yang telah mengusir Fatah dari Gaza tidak akan dibohongi oleh persekongkolan ini.”

Sehari setelah rekaman itu muncul, pasukan keamanan Hamas menahan empat pemuda
dianggap merencanakan kudeta.

Sejak Mursi terguling awal bulan lalu, Hamas kian terpojok. Mereka telah kehilangan sokongan Ikhwanul Muslimin kini diberantas militer Mesir. Sekutu lama mereka, Iran, kabur lantaran Hamas menolak menyokong Presiden Suriah Basyar al-Assad menumpas pemberontakan. Syekh Tamim bin Hamad al-Thani juga tiudak seperti ayahnya yang ramah terhadap Hamas.

Rezim militer kini berkuasa di Mesir bertindak keras. Mereka menuding Hamas membantu Ikhwanul Muslimin. Mereka juga menutup lebih dari 805 terowongan. Perlintasan Rafah juga selalu terkunci. Alhasil, warga Gaza ingin keluar atau masuk tersandera. Pendapatan pajak terowongan saban bulan rata-rata US$ 10 juta hingga US$ 30 juta menukik tajam.

Akibatnya, Hamas bulan lalu hanya mampu membayar setengah dari gaji mereka. Menurut sebuah laporan, Hamas mesti berutang buat mengatasi krisi keuangan ini. “Situasi tidak bagus dan tentu saja kami tertekan. Tapi ini bukan pertama kali kami menghadapi situasi sulit,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Hamas Ghazi Hamad.

“Mereka makin agresif setelah kejatuhan Mursi,” ujar salah satu pendiri Tamarod Gaza. Identitasnya tidak ingin ditulis karena sudah sering ditangkap dan diinterogasi Hamas. “Kami akan berunjuk rasa damai, tapi kami siap mati buat mencapai tujuan kami.

Hamas mulai membuat pos-pos pemeriksaan di jalan saban malam. Wartawan ditangkap
atau diancam lewat telepon. Dua media, kantor berita Maan dan stasiun televisi Al Arabiya, telah ditutup.

Menurut Fathi Sabbah, kepala the Palestinian Institute for Communication and Development di Kota Gaza, respon keras Hamas menunjukkan mereka panik. “Hamas sedikit paranoid,” tuturnya. “Mereka pikir jika mereka menutup mata lima detik mereka akan kehilangan kontrol.”

Jerusalem Post/Los Angeles Times/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s