Lelehan Es Krim Netanyahu

Netanyahu tahun lalu menghabiskan Rp 26,3 juta buat belanja es krim.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan es krim.

Setidaknya ada tujuh toko es krim di Kota Yerusalem. Namun hanya satu yang mengena di hati Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dia menjadi pelanggan toko es krim Metudela di Jalan Metudela nomor 1. Bersama Mousseline di Jalan Haeshkol nomor 6, Mahaneh Yehuda, dan Blender di Jalan Etz Hahaim nomor 61, Metudela merupakan gerai es krim kelas wahid.

Dekorasi sedap dipandang. Pelanggan bisa memilih mau makan di dalam atau luar ruangan. Di luar tertata kursi buat orang dewasa dan anak-anak dengan pelbagai warna cerah dan bangku panjang tanpa sandaran. Juga tersedia kursi ayun.

Metudela menyediakan pelbagai macam rasa, termasuk vanila, permen, pisang, kue, dan krim. Harga ditawarkan bervariasi. Pengunjung mesti 12 shekel atau setara Rp 32.800 per sendok, tambah satu shekel lagi jika ingin menjilati dua rasa. Kalau masih kurang, bisa pesan dua sendok es krim seharga 18 shekel (Rp 49.137).

Untuk selera, Netanyahu menggemari vanila dan pistachio. Saking hobi menjilati es krim, kediaman resmi Netanyahu di Jalan Gaza, Yerusalem Barat, tahun lalu menghabiskan US$ 2.700 (Rp 26,3 juta) buat membeli es krim bikinan Metudela sepanjang tahun lalu. Keluarga Netanyahu melahap rata-rata 14 kilogram es krim saban bulan.

Kantor Netanyahu membantah pengeluaran buat es krim itu hanya buat Netanyahu sekeluarga. Namun, sajian itu juga ditampilkan untuk menjamu tamu.

Hobi gila Netanyahu terhadap es krim mendapat kritikan dari lawan-lawan politiknya. Pemimpin Partai Buruh Shelley Yachimovich menulis dalam laman Facebooknya. “Jika tidak ada roti, biarkan mereka makan es krim. Haruskan kita tertawa atau menangis? Apa yang dia (Netanyahu) maksud saat dia bilang tidak ada makanan gratis?”

Setelah pengeluaran besar-besaran buat es krim tahun lalu itu terbongkar, Netanyahu langsung memerintahkan stafnya membatalkan anggaran negara buat kudapan kegemarannya itu.

Beda soal proses perdamaian dengan Palestina tetap membeku, es krim vanila dan pistachio pujaan Netanyahu kini meleleh.

The Guardian/Faisal Assegaf 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s