Cerita Lara Bocah Palestina

Anak-anak Palestina pernah dipenjara oleh Israel mengalami trauma, depresi, insomnia, dan mengompol.

Bocah Palestina berinisial U.D. (sepuluh tahun) pernah ditangkap tentara Israel.

O.T. sedang berjalan pulang pada satu malam selepas bermain sepak bola. Tiba-tiba sebuah jeep militer Israel mendekat dan sejumlah tentara langsung meringkus bocah Palestina berusia sepuluh tahun ini.

Selama diinterogasi, O.T. dikasih lihat rekaman video anak-anak Palestina sedang melempari tentara Israel. Dia dipaksa mengaku ikut dalam kejadian itu.

Sebelum dilepaskan, dia terpaksa meneken surat pernyataan. Isinya, dia bakal dikenai denda USD 800 atau setara Rp 7,8 juta jika ketahuan melempari prajurit negara Zionis.

Pengalaman pahit juga dirasakan anak berinisial L.R., delapan tahun. Dua tentara negara Bintang Daud memegangi kedua kaki dan tangannya saat dia sedang bermain bersama sepupunya. Dia kemudian dibanting ke tanah.

Ayah dan bibinya bergegas menghampiri melihat insiden itu. Sebuah peluru karet langsung menghantam satu kaki bibi L.R. Sedangkan ayahnya didorong hingga jatuh. Dua tentara itu kemudian kabur membawa bocah malang itu.

L.R. lantas menjalani interogasi tiga jam disaksikan ibunya. Setelah dibebaskan, dia menderita sulit tidur, mengompol, dan takut keluar rumah.

Nasib buruk juga menimpa U.D., sepuluh tahun. Dia dipukuli dan ditendangi oleh tentara Israel. Ceritanya berawal saat dia bersama sepupunya terperangkap di tengah bentrokan antara warga Palestina di Yerusalem dengan serdadu negara Zionis.

Karena ketakutan, dia berusaha lari menjauh. Namun seorang tentara berhasil meringkus dia. U>D. sempat ditahan lima jam.

Selama sebelas tahun belakangan, menurut lembaga nirlaba Defence for Children International, Israel telah menahan sekitar 7.500 bocah Palestina. Muhammad Daud Dirbas, enam tahun, adalah tahanan paling muda. Tindakan negara Yahudi itu melanggar hukum internasional.

Dalam banyak kasus, anak-anak pernah diinterogasi atau mendekam di penjara Israel mengalami pelbagai trauma. Sebagian tidak dapat membicarakan pengalaman di balik jeruji besi dan yang lain langsung menangis ketika diminta menceritakan. Anak-anak itu juga menderita insomnia, mengompol, mimpi buruk, depresi, takut keluar rumah, dan tidak berani bertemu orang.

Seorang ibu mengaku keluarganya tidak mau lagi membahas apa yang sudah terjadi. “Itu pengalaman sangat memalukan bagi putra saya. Saya berdoa supaya dia melupakan apa yang telah menimpa dia.”

972mag.com/Faisal Assegaf

One thought on “Cerita Lara Bocah Palestina

  1. Pingback: Cerita Lara Bocah Palestina – Islamic Geographic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s