Lisan Ibrani Lidah Gaza

Hamas meluncurkan proyek pengajaran bahasa Ibrani di sekolah sejak September tahun lalu.

Maisam El Khatib sedang mengajarkan bahasa Ibrani kepada murid-muridnya di Sekolah Hassan Salma, Kota Gaza, kemarin.

“Erev Tov (selamat sore)!” kata Maisam El Khatib membuka pelajaran bahasa Ibrani di Sekolah Hassan Salma, Kota Gaza, kemarin.

“Erev tov,” sahut seisi ruangan kelas.

“Siapa kamu? Apa kamu? Apa sedang kamu pelajari?” tanya dia dengan berlanggam. Maisam mengulang-ulang pertanyaan itu hingga semua murid hapal. Satu-satu pelajar putri berjilbab putih berdiri menjawab sejumlah pertanyaan.

Pengajaran bahasa Ibrani bukan untuk mendekatkan hubungan dengan Israel. “Kami belajar Ibrani buat melindungi diri dan bangsa kami dari penjajahan Israel.”

Seorang pelajar bernama Nadine, 14 tahun, malah lebih agresif lagi. “Buat menyerang mereka karena kami harus tahu cara mereka berfikir dan apa yang mereka bicarakan mengenai kami,” ujarnya.

Namun bukan seperti ini cara orang tua mereka belajar Ibrani. Sopir taksi bernama Saba fasih bercakap Ibrani ketika bekerja 12 tahun di Israel. Diawali dengan kursus tiga bulan, selebihnya lewat percakapan saban hari. “Belajar lewat percakapan lebih baik ketimbang belajar di sekolah,” tutur Saba diamini bosnya, Muhammad Johar, yang menyesal tidak serius belajar bahasa negara Zionis itu.

Israel sejatinya telah mewajibkan pelajaran Ibrani di sekolah-sekolah di Gaza sejak mereka menguasai wilayah itu selepas Perang Enam Hari 1967. Namun ketika Otoritas Palestina terbentuk pada 1994, setahun setelah Perjanjian Oslo diteken, pelajaran itu dihapus.

Wakil Menteri Pendidikan  Muhammad Sulaiman Abu Shuqair menegaskan proyek bahasa Ibrani bukan bertujuan ideologis atau politis. “Israel lebih maju ketimbang kami, jadi kami bisa memperoleh keuntungan mempelajari Ibrani dalam hal ilmu pengetahuan dan budaya,” ucapnya.

Proyek percontohan ini diluncurkan September tahun lalu dan baru menjangkau 20 dari 400 sekolah di seantero Gaza. Tiap sekolah menawarkan satu kelas bahasa Ibrani dengan kapasitas 30-40 murid. Sampai saat ini, Ibrani baru diajarkan kepada siswa kelas 3 SMP dan tahun depan diperluas bagi pelajar kelas 1 SMA.

Daniel Faris hampir sepanjang hidupnya bekerja di Israel, kebanyakan di pabrik Coca Cola, menyokong program itu. “Di masa depan, mereka bisa menjadi penerjemah, pengamat, pebisnis,” ujar ayah 15 anak ini.

Christian Science Monitor/Faisal Assegaf

One thought on “Lisan Ibrani Lidah Gaza

  1. Pingback: Lisan Ibrani Lidah Gaza – Islamic Geographic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s