Bayi Tabung Tahanan Palestina

Tahanan Palestina di penjara Israel terus berusaha selundupkan sperma agar dibuahi istri mereka lewat inseminasi.

Tahanan Palestina di penjara Israel sedang bertemu keluarga mereka.

Ammar sadar betul, dia bakal menemui ajal di penjara Israel. Maklum saja, dia menjalani 32 hukuman penjara seumur hidup sejak 15 tahun lalu. Sebab, dia terlibat pengeboman di Kota Yerusalem 15 tahun lalu.

Dua putrinya sudah beranjak remaja. Sebagai kaum adam dan seperti kebiasaan orang Arab, Ammar ingin mempunyai anak lelaki. Entah bagiamana caranya, dia menyelundupkan sperma miliknya agar dibuahi istrinya lewat suntikan. Hasilnya moncer. Dallal Ziben akhirnya mengandung bayi laki-laki dan dilahirkan Agustus tahun lalu.

Salim Abu Khaizaran membenarkan soal penyelunduoan sperma oleh para tahanan Palestina. “Kami menerima satu contoh sperma dari suami (Ammar) masih hidup dan sehat,” kata dokter kandungan bekerja di klinik bersalin Razan di Kota Nablus, Tepi Barat, ini. Setelah dua kali gagal inseminasi, pada upaya ketiga, air mani itu berhasil disuntikkan ke dalam indung telur Dallal.

Saat ini, terdapat sekitar 4.500 warga Palestina mendekam di penjara-penjara Israel. Waktu kunjungan sangat dibatasi, hanya 45 menit dan saban dua pekan. Pasangan suami istri juga dilarang kontak fisik. Tahanan dan pengunjung dipisahkan oleh kaca dan berhubungan lewat telepon. Hanya anak-anak berusia maksimal delapan tahun boleh bersentuhan fisik dengan ayah mereka. Kunjungan seks juga tidak boleh.

Tapi aturan terakhir tidak berlaku buat narapidana Israel. Yigal Amir divonis seumur hidup lantaran membunuh Perdana Menteri Yitzhak Rabin pada 2005 menikah ketika di tahanan. Pada 2006, istrinya boleh sepuluh jam menemui dia di sel dan selanjutnya mendapat kunjungan seks dari istrinya saban bulan. Larisa Trombobler, istri Yigal, akhirnya melahirkan bayi laki-kali pada Oktober 2007.

Sejauh ini, sudah 40 contoh sperma berhasil diselundupkan tahanan Palestina. Namun Salim tidak menjelaskan bagaimana air-air mani itu dibawa keluar dari penjagaan ketat penjara Israel. Yang pasti, ada empat perempuan hamil setelah diinseminasi, termasuk Rimah Silawi, 38 tahun.

“Kami para perempuan bertambah tua dan kesempatan kami memiliki anak di masa depan akan habis,” ujarnya dalam jumpa pers. Suaminya, Usamah, menjalani empat hukuman seumur hidup setelah  22 tahun lalu membunuh satu tentara negara Zionis itu dan tiga pengkhianat Palestina.

Israel meragukan keterangan Salim lantaran pengamanan dan aturan berkunjung sangat ketat buat warga Palestina. Apalagi istri dan kerabat tahanan Palestina harus menempun waktu panjang buat menjenguk keluarga mereka. “Seperti kita pahami, sperma tidak bisa bertahan lebih dari sejam di luar tubuh atau kondisi laboratorium,” tutur Sivan Weizman, juru bicara dari layanan penjara Israel.

Namun Salim menjelaskan para istri tahanan Palestina ini sangat menderita. Mereka hidup kesepian dan mempunyai anak adalah satu-satunya cara menghibur mereka.

Alhasil, usaha menyelundupkan sperma oleh tahanan Palestina bakal terus berlanjut. Sebab bayi-bayi tabung itu diharapkan bakal meneruskan perjuangan melawan penjajah Zionis.

Guardian/Faisal Assegaf

2 thoughts on “Bayi Tabung Tahanan Palestina

  1. Pingback: Bayi Tabung Tahanan Palestina – Islamic Geographic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s