Bos Baru Zionisme

Naftali Bennett berhasil menjadikan Zionisme religius sebagai aliran utama dalam politik Israel.

Pemimpin Partai Bayit Yehudi Naftali Bennett

Usianya baru kepala empat, namun pemimpin Partai Bayit Yehudi (Rumah Yahudi) ini karismatik. Dia berhasil membawa partai beraliran ulytrra-nasionalis dan religius itu menjadi salah satu kuda hitam dalam pemilihan umum kemarin.

Dialah Naftali Bennett, 41 tahun, pernah menjadi mayor di pasukan elite angkatan darat Israel, Sayeret Matkal, persis seperti bekas bosnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Tumbuh dalam keluarga Zionis religius, lelaki kelahiran Haifa ini sangat mendukung proyek permukiman Israel di Tepi Barat.
Kharisma dan kebijakan partainya membuat namanya dan Bayit Yehudi meroket dalam pelbagai jajak pendapat. Bayit Yehudi diperkirakan bakal memperoleh 14 kursi di Knesset (parlemen Israel) – hasil pemilu 2009 cuma lima kursi – mengekor koalisi Likud-Yisrael Beitenu (32) dan Buruh (17). Bayit Yehudi memang menolak berdirinya negara Palestina dan ingin seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza menjadi wilayah permukiman Yahudi.

Meski begitu, dia berusaha terkesan moderat. Setidaknya, itu terlihat saat dia diwawancarai Nissim Mishal, salah satu wartawan televisi Israel jempolan, Desember tahun lalu. “Jika Anda diberi perintah buat mengosongkan permukiman Yahudi, apa akan Anda lakukan?” Suasana studio hening sejenak. Baru dua kata terucap, Mishal menyergah lantaran takut Bennett bakal beretorika.

“Dengarkan,” kata Bennett. “Dengarkan. Jika saya mendapat perintah mengsuir seorang Yahudi dari rumahnya, saya secara pribadi, dengan penuh kesadaran tidak akan membiarkan saya melakukan itu. Saya tidak bisa…

Mishal kembali memotong. “Jadi Anda memilih dipenjara?” Bennett mengiyakan. Dia menegaskan akan menolak perintah seperti itu. Dia menambahkan tindakan serupa akan dia ambil bila perintah serupa diarahkan terhadap orang Palestina.

Bennett adalah pemimpin mampu meyakinkan pengikutnya soal kesucian sekaligus keagungan tujuan harus dicapai. Dia belajar tipe kepemimpinan macam ini sepanjang hidupnya. Dia sempat bergabung dengan Sayeret Matkal sebelum pindah ke unit elite lainnya. Selepas itu, dia meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Hebrew dan pada 1999 mendirikan perusahaan peranti lunak komputer antikorupsi bernama Cyota. Enam tahun kemudian, dia menjual Cyota seharga US$ 145 juta.

Dengan kekayaannya itu, dia iseng terjun ke politik. Pertama sebagai kepala staf Netanyahu dan kemudian memimpin Dewan Yesha, organisasi seluruh permukiman Yahudi. Pada 2010, dia berani menerima tantangan debat televisi dengan Ahmad Tibi, politikus kenamaan Israel keturunan Palestina. Tibi sedikit membuang waktu dengan menuding Bennett dan para pemukim Yahudi sebagai penjajah dan perampas. Bennett membalas, “Tanah ini milik kami jauh sebelum Islam muncul. Tanah Israel milik bangsa Yahudi jauh sebelum Alquran diturunkan.”

Raut Tibi pucat. Dia berusaha mengatakan sesuatu, namun Bennett memotong pembicaraan. Debat kian panas. Tibi lantas menyebut Bennett sebagai pemukim seperti tumor harus dicabut bersama akarnya. Bennett langsung membalas. “Ketika kalian masih memanjat pohon, kami sudah memiliki negara.”

Setahun kemudian, penampilan Bennett di depan publik berubah. Dia tampak lebih santai dan bisa tersenyum. Untuk menegaskan sesuatu, dia tidak memukul ke udara, namun mencondongkan badannya ke depan. Ini terlihat saat debat televisi dengan wartawan kkiri Gideon Levy. Dia berupaya meyakinkan sang jurnalis, masa depan Israel cerah kalau pemukim Yahudi di Tepi Barat bertambah banyak.

Tapi rakyat Israel tidak terlalu ambil pusing dengan perubahan gayanya. Mereka tersedot oleh kebijakan Zionisme Bennett. Pada April 2011, dia membuat MyIsrael, sebuah gerakan berbasis Internet buat menyebarkan Zionisme dan kecintaan atas tanah Israel. Dia mendorong rakyat Israel menggunakan media sosial buat menunjukkan kepada dunia kehidupan di Israel tidak hanya perang dan pos pemeriksaan. Kampanye ini berhasil. Dalam beberapa bulan saja, 80 ribu orang bergabung.

My Israel kian berkembang setelah Bennett berhasil menggandeng Ayelet Shaked, perempuan sekuler asal Ibu Kota Tel Aviv. Wanita 36 tahun ini selalu percaya diri saat berbicara di depan banyak orang. Tahun lalu, keduanya mendirikan gerakan disebut the Israelis buat menyadarkan rakyat Israel bahwa Yahudi dan Zionis adalah sandaran masa depan buat politik Israel.

Gerakan ini tepat waktu. Bennett terpilih sebagai ketua Partai Bayit Yehudi awal tahun lalu. Dia yakin pemilih sekuler juga bakal terkesan dengan konsep Zionisme religius, bukan hanya orang-orang selalu memakai yarmulke (peci khas Yahudi). Dia mengajak seluruh rakyat Israel bersatu tanpa mempedulikan latar belakang. Seperti dia bilang dalam sebuah iklan televisi, “Saya mencintai rakyat Israel, tanah Israel, Torah, IDF, mencintai tentara kita. Jika kalian merasakan hal serupa, kalian memiliki rumah (tempat bernaung).”

Tablet Magazine/Faisal Assegaf

One thought on “Bos Baru Zionisme

  1. Pingback: Bos Baru Zionisme – Islamic Geographic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s