Fulus Mulus Syahid Tulus

Hamas menyantuni keluarga syuhada dan tahanan di Israel.

Anak-anak Arab saudi di Kota Jeddah memasukkan sumbangan ke kotak amal buat keluarga korban agresi Israel di Gaza pada 2009.

Dalam sebuah pelatihan kader Brigade Izzudin al-Qassam (sayap militer Hamas), sang komandan, Ahmad al-Jabari, menyampaikan dua pesan penting mengenai dua tiang perjuangan Hamas; jihad dan dakwah.

Istilah pertama sudah akrab di telinga masyarakat Barat. Sedangkan dakwah secara bahasa berarti menyerukan. Hamas yang berideologi Islam bermimpi menghancurkan negara Israel buat mendirikan negara Islam di tanah Palestina.

Sayang sebelum impiannya terwujud, Jabari terbunuh pertengahan bulan lalu. Sebuah rudal ditembakkan dari F-16 Israel meledakkan mobil sedang dia tumpangi bersama satu pengawalnya di Jalan Naser, Kota Gaza. Inisden ini menandai permulaan perang delapan hari. Operasi militer bersandi Tiang Pertahanan itu menewaskan 162 warga Palestina dan melukai 1.200 lainnya.

Pihak keluarga tentu saja berduka, namun urusan fulus, mereka tidak merana. Sebagai ketua Masyarakat Tahanan Al-Nur (lembaga penyandang dana bikinan Hamas) bertahun-tahun, Jabari selalu kecipratan duit bantuan dari pelbagai pihak, termasuk Komite Penyokong Intifadah Al-Quds di Arab Saudi.

Lembaga amal semacam ini tidak hanya di Saudi, tapi juga berpusat di sejumlah negara, seperti Libanon dan Yaman. Mereka menyokong dana buat perjuangan Hamas menghadapi negara Zionis itu. Fulus disalurkan buat keluarga syuhada, mantan tahanan, dan keluarga tahanan masih mendekam di penjara Israel. Ketika Amerika Serikat menginvasi Irak, Presiden Saddam Hussain menyumbang US$ 25 ribu untuk tiap ahli waris pengebom bunuh diri.

Jabari memulai karirnya di Fatah dan pertama kali ditahan oleh Israel pada 1982 ketika berusia 22 tahun. Ketika menjalani hukuman 13 tahun penjara pada 1990-an, dia melompat ke Hamas. Dia kemudian menikahi putri Abdul Aziz al-Rantissi, salah satu pendiri Hamas, terbunuh pada 2004, tidak lama setelah menggantikan posisi Syekh Ahmad Yassin yang juga tewas akibat serangan Israel.

Bersama ratusan anggota Hamas lainnya, Jabari dibebaskan oleh Yassir Arafat pada permulaan intifadah kedua. Pada 2001, ketika bekerja buat Salah Syihadah, komandan brigade Al-Qassam, Jabari menerima US$ 2.665 dari Komite Penyokong Intifadah Al-Quds. Angka yang sama dengan rata-rata gaji dua tahun di Jalur Gaza ini disalurkan lewat rekening istrinya.

Pentolan Hamas lainnya, Raid Atar, yang hampir terbunuh di hari yang sama Jabari meninggal, juga memperoleh upah serupa. Pengganti Jabari sebagai komandan Brigade Al-Qassam, Marwan Issa, mendapatkan pula santunan dari lembaga amal Negeri Petro Dolar itu.

Kebanyakan sumbangan buat Hamas ini mengalir melalui Libanon. Seperti Iran yang menyalurkan lewat cabang Yayasan Syuhada di negara itu. Sedangkan kelompok Ikhwanul Muslimin mengandalkan sistem mereka sendiri. Iran dan Saudi memang sudah lama menyalurkan langsung dana buat pejuang Palestina lewat bank di Palestina.

Tapi, Hamas memiliki jaringan sendiri di Gaza dan Tepi Barat buat menerima donasi itu dan disalurkan kepada keluarga syuhada dan tahanan. Misalnya, ayah dari pengebom bunuh diri di Pizza Sbaro, Yerusalem, pada 2001, menerima lebih dari US$ 5.300 dari Saudi, US$ 6 ribu (Iran), dan US$ 550 (Hamas).

Fatah juga tidak mau kalah dermawan. Mereka menyantuni kerabat Abdallah Barghuti US$ 1.100 saban bulan dan tahun depan bakal naik menjadi US$ 1.600 ketika Barghuti memasuki tahun kesepuluh masa hukumannya. Pembuat bom ini divonis 67 hukuman seumur hidup dengan dakwaan membunuh 66 orang, termasuk enam warga Amerika.

Barangkali santunan ini yang membuat pejuang Hamas tulus menjadi syuhada. Sebab, keluarga mereka tidak bakal merana jika mereka wafat atau ditahan.

Tablet Magazine/Faisal Assegaf

2 thoughts on “Fulus Mulus Syahid Tulus

  1. Kalau membuat artikel jangan asal copy paste aja gan,loe campur2in aja yg hak dan yg bathil.
    Berita itu diCheck kebenaranya dulu,baru dipostingkan! Masak berita dr sumber penulis nggak valid(Islami) loe copas jg!
    Parah!
    Mana ada sadam husen bayar para pelaku bom bunuh diri !
    Mana ada ummat Islam melakukan bom bunuh diri dg dibayar begitu!
    Blog apaan sich ini???

    Gue tanya,loe Islam atau orang Munafik???
    Maaf!
    Baca artikel loe yg asal copas terlihat jelas loe mencampur adukan yg hak dan yg bathil.
    Loe tak pernah ngecek apakah artikel yg loe copas itu benar atau hanya propaganda penulis!
    Aneh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s