Fantasi Ben Gurion Soal Gaza

Proklamator kemerdekaan Israel David Ben Gurion pernah meramalkan negaranya tidak akan pernah bisa menguasai meski menaklukkan Gaza seribu kali.  

Jumat pagi pada pertengahan Desember 64 tahun lalu. Perdana Menteri Israel David Ben Gurion menggelar rapat kabinet. “Kita mungkin bisa untung kalau menaklukkan Jalur Gaza,” katanya. “Tapi bagi saya jelas, Gaza tidak akan bisa kita kuasai meski kita taklukkan seribu kali.”

Pernyataan proklamator kemerdekaan negara Zionis itu kini membuat orang berpikir dia bukan sekadar peramal, dia seperti nabi. Israel sudah berupaya keras buat mengambil Jalur Gaza, namun mereka tidak pernah bisa memutuskan apakah benar-benar ingin menguasai wilayah seluas 360 kilometer persegi itu.

beberapa hari setelah berdiri, negara Bintang Daud ini langsung menggempur Kota Gaza. Lima bulan kemudian, 14 Oktober 1948, serangan udara kembali dilancarkan.

Sepekan kemudian dalam rapat kabinet, Ben Gurion menegaskan Israel dapat menundukkan gaza dalam dua minggu. “Itu prestasi besar,” ujarnya. Tapi, dia sekali lagi harus mengubur impiannya. Ben Gurion menaati desakan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyepakati gencatan senjata. Jika menolak, dia cemas bisa kehilangan wilayah gurun negev di selatan Israel.

“Israel bisa hidup tanpa Gaza,” dia menegaskan saat memimpin sidang kabinet pertengahan November. Komentar ini untuk menanggapi protes dari Menteri Dalam Negeri Yitzhak Gruenbaum lantaran Israel terlalu cepat menghentikan operasi militer. Padahal, tidak lama lagi Gaza bakal jatuh dalam pelukan negara Yahudi itu.

Ben Gurion lantas memerintahkan Jenderal Yigal Allon memimpin agresi ke Gaza. Sampai hari kematiannya, Allon gagal menduduki Gaza. Sebab, Amerika Serikat menekan Israel untuk menghentikan serbuan. “Kita tidak punya pilihan kecuali harus patuh,” ucap Ben Gurion seraya berjanji akan menginvasi Sinai yang menjadi wilayah kedaulatan Mesir. Tapi Allon tidak pernah memaafkan dia lantaran menyiakan kesempatan buat memiliki Gaza.

Awal 1949, muncul perdebatan apakah Gaza akan tetap kepunyaan Mesir atau dialihkan ke Yordania. Aman tidak mau Gaza dalam dekapan Mesir, Kairo juga tidak rela Gaza disekap Yordania. Artinya, Israel mempunyai kesempatan buat memperoleh Gaza.

“Jika mereka menawarkan kepada kita, kita akan terima,” kata Ben Gurion saat perayaan ulang tahun pertama kemerdekaan Israel. Itu artinya Israel juga harus menanggung puluhan ribu pengungsi Arab di Gaza. Selang beberapa pekan, dia mengaku menyesal karena gagal menjajah Gaza.

Tentu saja, menyerahkan Gaza kepada Israel sama saja bermimpi. Mesir atau Yordania pasti menolak gagasan itu. Sejumlah anggota kabinet, termasuk Menteri Luar Negeri Moshe Sharett, menolak fantasi Ben Gurion untuk mendapatkan Gaza. Tapi ini jawaban sang perdana menteri: “Gaza bakal lebih berbahaya di tangan orang lain ketimbang dalam genggaman kita.”

Untuk kesekian kali pada Maret 1955, Ben Gurion berniat menyerbu Gaza, tapi kabinetnya tidak setuju. Baru setahun kemudian ketika Perang Oktober 1956 untuk merebut Sinai, Gaza menjadi incaran. Hampir semua menteri menyokong langkah Ben Gurion dengan syarat semua penduduk Gaza harus diusir dari sana. Tel Aviv kembali meendengar perintah Washington untuk mundur.

Baru setelah Perang Enam hari 1967, Israel berhasil menguasai Gaza, tapi mereka gagal mengusir penduduk Palestina dari wilayah itu. Tujuh tahun lalu, Israel menarik seluruh pasukan dan permukiman Yahudi dari Gaza.

Perang delapan hari yang baru berakhir Kamis lalu sekali lagi membuktikan ramalan Ben Gurion: Israel tidak akan pernah bisa menguasai Gaza.

Haaretz/Faisal Assegaf

One thought on “Fantasi Ben Gurion Soal Gaza

  1. Pingback: Fantasi Ben Gurion Soal Gaza – Islamic Geographic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s