Mahmud Zahar: Kami Berharap Mursi Melawat ke Gaza

Dia menuding Amerika dan Israel ingin mempertahankan dominasi Fatah hingga kesepakatan damai tercapai.

Pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza, Mahmud Zahar, masih tampak letih saat Hamaslovers menemui dia di kediamannya di Kota Gaza, Rabu siang akhir bulan lalu. Maklum saja, sehari sebelumnya, dia ikut menyambut kehadiran rombongan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah al-Thani.

Dia mengaku kurang tidur saking sibuknya. “Saya hanya sempat tidur dua jam saja,” kata Zahar yang ketika itu berpakaian gamis putih.

Rumahnya terdiri dari nenam lantai jika dihitung dengan ruang bawah tanah. Zahar menerima Faisal Assegaf dari Hamaslovers di lantai bawah biasa digunakan buat menerima tamu. Di sisi kanan dan kiri pintu masuk tergantung gambar Hossam, putranya yang tewas akibat serangan Israel empat tahun lalu. Foto Hossam juga menghiasi ruangan dalam. Di sana pula, Zahar bekerja saban hari. Mercedez Benz dan Toyota Land Cruiser terparkir di dalam.

Lawatan Syekh Khalifah ke Jalur Gaza akhir bulan lalu benar-benar mengejutkan. Dia merupakan pemimpin Arab pertama yang melawat ke sana sejak Israel memblokade wilayah berpenduduk sekitar 1,6 juta itu lima tahun lalu.

Zahar mengakui kunjungan itu bisa mendorong ke arah berakhirnya isolasi oleh negara Zionis itu. Berikut penuturannya:

Sejumlah pihak menilai lawatan emir Qatar bermotif politik. Apa komentar Anda?

Kami menyambut siapa saja yang datang dan kami menerima banyak kampanye. Siapa saja ingin menolong kami tanpa syarat bakal disambut baik.

Kunjungan emir kemarin bukan untuk membawa uang buat Hamas. Dia memberikan bantuan itu buat perusahaan-perusahaan yang ditunjuk untuk bertanggung jawab atas sejumlah proyek, seperti pembangunan kembali Jalan Salahuddin yang menghubungkan Kota Gaza ke Rafah, rumah sakit, dan lainnya. Jadi ini tidak ada hubungannya dengan sikap kami terhadap konflik di Suriah.

Kami tidak melawan Suriah tapi kami bersama semua elemen di Suriah. Kami menyokong rakyat Suriah yang meminta hak mereka atas kebebasan dan pmilihan umum bebas, dan pemerintahan bersih. Di saat yang sama, kami juga menghormati kekuasaan pemerintah yang telah melindungi kami bertahun-tahun. Sekitar sejuta pengungsi Palestina tinggal di Suriah. Mereka mendapatkan hak dan kewajiban sama dengan warga Suriah lainnya. Jumlah yang sama juga ada di Libanon. Anda tahu hubungan antara Suriah dan Libanon.

(Mahmud Zahar mengepalkan tangan kiri seraya menutup mulutnya. Dia empat kali batuk. Namun dia menolak ketika Hamaslovers menawarkan mengambil air minum dengan alasan sedang puasa).

Kami menyerukan kepada kedua pihak bertikai buat mencari penyelesaian damai tanpa campur tangan asing, tanpa menghancurkan infrastruktur sistem di sana. Jadi kami netral menyikapi persoalan Suriah. Kami sudah menyarankan kepada pemerintah Suriah buat mengambil jalan damai, namun mereka menyatakan militer adalah satu-satunya cara.

Sejak awal, kami yakin solusi militer ini sangat berbahaya. Kini tidak ada satu pihak bisa mengambil keputusan dapat menghentikan konflik.

(Mahmud Zahar batuk sekali. Kali ini dia menutup mulutnya dengan telapak kiri).

Karena alasan ini, kami mendorong Mesir buat turut campur menyelesaikan konflik di Suriah bersama negara tetangga lainnya, seperti Irak, Iran, Turki, dan Arab Saudi. Kami menyokong solusi damai, bukan pendekatan militer atau intervensi asing.

(Mahmud Zahar batuk dua kali. Dia menutup mulutnya dengan tangan kiri terkepal).

Apakah Anda yakin lawatan emir Qatar menandai permulaan berakhirnya blokade terhadap Jalur Gaza?

Tentu saja, ini bakal mendorong ke arah itu (sambil mengusap kedua matanya dengan sapu tangan dari saku kiri gamisnya). Dia datang tanpa saran siapapun. Dia datang karena dia percaya akan disambut. Dia datang di tengah pengamanan buruk lantaran Israel terus melancarkan serangan dan membunhi rakyat kami.

Ini lawatan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza. Kunjungan ini akan dan seharusnya mendorong pemimpin Arab lain buat datang, khususnya Presiden Mesir (Muhammad Mursi), untuk memberikan pengaruh buat mendobrak blokade yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat setelah kami menang pemilihan umum Januari 2006.

(Mahmud Zahar batuk dua kali. Dia menutup mulutnya dengan tangan kiri terkepal).

Sejumlah pihak menilai kunjungan itu kian menegaskan pemisahan antara Jalur Gaza dikuasai oleh Hamas dan Tepi Barat didominasi oleh Fatah?

Hamas seharusnya mengontrol Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem. Ini adalah hasil dari pemilihan umum. Tapi perwakilan kami yang sah ditolak dan mereka ingin pemilihan umum Januari 20906 sebagai pemilihan terakhir dalam sejarah Palestina. Amerika dan Israel ingin mempertahankan Fatah sebagai wakil mereka hingga kesepakatan damai tercapai atas nama PLO (Organisasi Pembebasan Palestina).

Jika perjanjian diteken, Israel bakal diakui sebagai negara dan Amerika bakal ikut campur jika Hamas ingin mengubah kesepakatan damai itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s