Rabbi-rabbi Berkocek Tebal

Mereka meraup jutaan dolar dari para pengusaha tajir yang menjadi klien.


Netivot di selatan Israel biasanya sepi. Namun, Jumat malam dua pekan lalu keramaian memancar di sana. Ratusan orang tumplek di sebuah rumah di pinggiran kota berlokasi di tengah Gurun Negev itu. Mereka berpesta buat menghormati idola mereka.

Sang pujaan adalah rabbi mampu menebak isi hati, biasa disapa Rabbi Sinar-X.

Di antara ratusan pengikutnya hadir malam itu, terdapat undangan khusus. Mereka dengan rupa berseri duduk mengelilingi meja panjang di kediaman Rabbi Sinar-X. Di antaranya satu hakim tersohor, dua anggota Knesset (parlemen Israel), dua konglomerat (Menahem Gurevitch dan Nochi Dankner), kepala rabbi angkatan darat, dan seorang pejabat kepolisian nasional. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berhalangan hadir menyampaikan ucapan selamat melalui rekaman video.

Selama beberapa dekade terakhir, Rabbi Sinar-X dan lusinan rabbi lainnya berhasil menduduki posisi berpengaruh di negara Zionis itu. Mereka mampu menarik pengikut-pengikut kakap, terutama para taipan, yang siap menyumbang jutaan shekel saban habis meminta doa dan mendikusikan usaha mereka dengan rabbi-rabbi semacam itu.

Rabbi-rabbi gila harta ini lantas menjadi tajir. Mereka pun menjadi pengusaha dan menenamkan modal di bisnis properti di dalam dan luar Israel. “Setiap satu shekel membawa kedamaian abadi,” kata Rabbi Hayim Amram Ifargan kepada para tamu istimewa itu. Ia saudara tiri Rabbi Sinar-X.

Majalah Forbes edisi Israel bulan lalu buat pertama kali melansir daftar 13 rabbi paling tajir di negara Yahudi itu. Dengan kekayaan sekitar US$ 335 juta (setara Rp 3,16 triliun), Rabbi Pinchas Abuhatzeira, 36 tahun, dari Beersheba berada di posisi puncak. Sedangkan Rabbi Sinar-X berharta US$ 23 juta (sekitar 216,98 miliar) menempati peringkat keenam.

Sejumlah rabbi mengecam praktek rabbi-rabbi suka memperkaya diri itu. “Benar-benar mengecewakan ketika agam menjadi rendah seperti ini,” ujar Rabbi Donniel Hartman, Presiden Institut Shalom Hartman, lembaga pendidikan Yahudi ortodoks modern. “Kekuatan abadi tidak akan diperoleh lewat memperkaya diri. Itu agama kecil.”

Penghasilan kebanyakan rabbi di Israel tidak sampai jutaan shekel. Mereka bekerja sebagai pegawai pemerintah dibayar buat memimpin upacara keagamaan, seperti pernikahan dan penguburan. Mereka juga bertugas menjamin aturan halal dilaksanakan di restoran dan hotel-hotel.

Sedangkan rabbi-rabbi mabuk fulus membuka praktek berjam-jam di rumah mereka untuk kaum tajir. Mereka menerima uang tunai dalam jumlah besar atas secarik doa buat klien. Rabi-rabbi kelas kakap ini telah membangun lembaga amal dan yeshiva kecil untuk mengeruk keuntungan.

Menurut Menachem Friedman, ahli Yudaisme ortodoks dari Universitas Bar-Ilan, Tel Aviv, rabbi-rabbi haus duit ini sudah ada sejak abad ke-19. Mereka menetapkan harga untuk saban kali konsultasi spiritual. “Jika pasar berbahaya dan bergolak, para jutawan hilang percaya diri. Mereka perlu rabbi-rabbi semacam ini buat mengembalikan keyakinan mereka.”

Dinasti rabbi terkaya di negara Yahudi itu berasal dari keluarga Abuhatzeira. dikenal dengan sebutan Baba Sali. Imigran asal Maroko ini menetap di Israel sejak 1963 dan berhasil menggaet ribuan pengikut Yahudi keturunan Maroko dan Timur Tengah. Mesi telah wafat pada 1984, fotonya masih tergantung di dinding rumah dan perusahaan-perusahaan Israel.

Kekayaannya diwariskan kepada cucunya, Rabbi Elazar Abuhatzeira. Ia membangun vila tiga lantai  dilengkapi aula mewah, kamar-kamar nyaman buat donor penting, dan terowongan bawah tanah menuju sinagog dan kantornya di seberang jalan. Ini menurut rencana pembangunan rumah diperoleh wartawan Yossi Bar-Moha dari Dewan Kota Beersheba.

Seorang pengusaha menusuk dia hingga tewas tahun lalu. Ia kecewa bisnisnya tidak maju-maju meski sudah banyak menyumbang kepada Rabbi Elazar. Putranya, Rabbi Pinchas Abuhatzeira, menggantikan kedudukannya sebagai rabbi terkaya di negara Bintang Daud itu.

Ironisnya, rabbi-rabbi tajir ini curang. Mereka tidak mau melaporkan kekayaan mereka dan berkelit dari membayar pajak. “Rabbi-rabbi seperti ini penipu dan tukang curang. Mereka sebenarnya tidak memiliki pengetahuan agama. Sayangnya, orang-orang mempercayai mereka,” ujar Bar-Moha.

Seorang pejabat pejabat tidak disebut namanya mengungkapkan pihaknya dua tahun lalu melobi sekitar 20 rabbi papan atas. Mereka diminta melaporkan pendapatan. beberapa di antaranya terkait penggelapan pajak. Namun tidak ada yang dihukum, malah sejumlah rabbi dilaporkan telah berdamai dengan badan pajak.

Pesta berakhir. Para pengikut Rabbi Sinar-X mendaki bukit buat berdoa di depan piramida batu. Di dalam sana terdapat makam ayah pujaan mereka itu. Sang rabbi keluar dari kompleks kubu dikelilingi juru foto dan para pengawalnya. Sejumlah pengikut berteriak minta didoakan supaya sehat dan anak mereka mendapat jodoh bagus.

Ketika Associated Press menanyakan rahasia suksesnya, Rabbi Sinar-X berhenti. Lelaki 46 tahun dengan  janggut tebal dan panjang serta mengenakan topi hitam ini menatapa ke arah penanya beberapa saat. Lalu ia mengalihkan pandangan ke atas seraya mengangkat bahu.

Para pengawalnya segera membawa dia masuk ke dalam Mercedes-Benz hitam dan langsung melesat.

Al Arabiya/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s