Merekat Semangat Jihad

“Saya ingin meledakkan diri dalam bus buat membunuh kaum Zionis,” kata Hamzah, murid TK di Gaza.

Beginilah suasana wisuda lulusan sebuah taman kanak-kanak milik kelompok Jihad Islam di Kota Gaza, Senin lalu. Semangat jihad terasa amat kental.

Dalam pertunjukan kabaret, anak-anak itu menampilkan cerita nyata saban hari, baik mereka lihat dan dengar sendiri atau dituturkan oleh orangtua mereka. Ada yang menjadi tentara Israel lengkap dengan senapan serbu, anak lainnya memerankan warga Palestina diborgol dalm penjara. Murid-murid lain berperan sebagai mayat ditutupi bendera pelbagai faksi dan sisanya sebagai warga biasa berunjuk rasa sambil mengangkat foto para syuhada.

Seorang anak berperan sebagai serdadu negara Yahudi itu memperagakan penyiksaan terhadap seorang tawanan Palestina. Ia berkali-kali memasukkan kepala temannya berperang sebagai orang Palestina ke dalam ember berisi air.

Kaum belia ini juga meneriakkan slogan anti-Israel. Sandiwara ini merupakan tradisi di TK itu lantaran mereka memang anak dari anggota Jihad Islam atau kelompok pejuang Palestina lainnya. Jihad Islam dan Hamas merupakan dua faksi terbesar menguasai Jalur Gaza sejak lima tahun lalu.

“Saban kali upacara wisuda, adalah kewajiban kami mendidik anak-anak mencintai perlawanan (terhadap penjajahan Israel), Palestina, dan Yerusalem, sehingga mereka akan memahami pentingnya Palestina dan siapa musuh mereka,” kata direktur taman kanak-kanak itu.

Sejumlah anak, termasuk Hamzah, mengaku kalau sudah besar mau bergabung dengan Jihad Islam. Ia ingin memerangi Zionis. Ia ingin menembakkan rudal ke wilayah Israel. Ia bertekad mati syahid seperti ayahnya. “Saya ingin meledakkan diri dalam bus buat membunuh kaum Zionis,” ia menegaskan.

Bukan hanya sekolah mengajarkan kebencian terhadap israel. Media, seperti Al Aqsha TV milik Hamas, juga berlaku serupa. Lewat tayangan berjudul Pemimpin Masa Depan, mereka ingin menanamkan kepada anak-anak Palestina semangan dan kesiapan buat mati syahid.

Ibarat kaset kosong, anak-anak bakal tumbuh sesuai nilai-nilai diajarkan.

Yediot Ahronot/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s