Amira Arnon: Indonesia Sangat Penting Buat Israel

Gelap sudah mulai membungkus Singapura Kamis pekan lalu. Di pintu masuk Concert Hall, School of the Arts, Duta Besar Israel untuk Singapura Amira Arnon dan suami, Hagai Arnon, bersama sejumlah pejabat kedutaan menyapa, menyalami, dan saling cium pipi kanan dan kiri tetamu yang datang.

Di gedung yang terletak di jantung negara kota itu, Arnon menjadi tuan rumah perayaan kemerdekaan Israel ke-64, mengikuti penanggalan Yahudi. Namun jika mengambil kalender Masehi, upacara kemerdekaan negara Zionis itu baru berlangsung 14 Mei mendatang.

Di antara ratusan tamu yang hadir, setidaknya ada sepuluh undangan dari Indonesia.  Mereka adalah seorang politikus ternama bersama istri, serta pentolan dan mantan petinggi organisasi pemuda Islam. Ada pula dua perwakilan dari KADIN (Kamar Dagang dan Industri) dan seorang pengusaha.

Menurut Arnon, Indonesia sangat penting buat Israel. “Saya sangat berharap besok atau sesegera mungkin,” katanya saat ditanya soal keinginan negara Yahudi itu membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia. Setelah wara-wiri menemui tetamu saat acara ramah-tamah, Arnon tidak lupa menemui sekelompok kawannya dari Indonesia itu. Ia berbincang akrab dengan mereka.

Ketika tamu mulai sepi menjelang pukul sepuluh malam, Arnon akhirnya bersedia diwawancarai di susdt gedung konser.  Selama sekitar setengah jam, ia menjelaskan seputar hubungan Indonesia dan Israel. Berikut penuturannya kepada Faisal Assegaf dari Hamaslovers:

Seberapa penting Indonesia buat Israel?

Tentu saja Indonesia sangat penting bagi kami. Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara dan berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Indonesia juga amat penting bila dilihat dari sisi ekonomi karena memiliki jumlah penduduk sangat banyak dan kekayaan alamnya amat besar.

Seberapa besar keinginan para pemimpin Israel untuk membina hubungan diplomatik dengan Indonesia?

Kami telah menormalisasi hubungan dengan negara-negara di Timur Tengah. Di luar itu, kami juga sudah membina hubungan dengan negara-negara di Asia . Sayangnya, kami belum bisa mencapai hal itu dengan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim, seperti Indonesia.

Apakah Anda menyesali hal itu?

Kami paham, masalah ini sangat sensitif. Kami juga mengerti politik domestik di Indonesia memang belum menginginkan hal itu terjadi.

Menurut Anda, kapan kira-kira hubungan diplomatik dengan Indonesia bisa terwujud?

Saya sangat berharap besok atau sesegera mungkin. Namun, kami sadar itu belum dapat dilakukan. Kami berharap generasi Indonesia mendatang bisa memahami betapa pentingnya membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Untuk mencapai hal itu, generasi muda di Indonesia harus diberi pemahaman. Bukan hanya dari suduat pandang politik, namun juga ekonomi, budaya, dan sebagainya.

Apakah ada program rutin, semacam mengundang tokoh pemuda Indonesia ke Israel, agar mereka bisa melihat langsung kondisi di lapangan?

Kami tidak ada program seperti itu.

Berapa yang Anda undang dari Indonesia dan siapa saja yang datang?

Kami mengirim 500 undang, termasuk kawan Israel dari Indonesia. Beberapa ada yang hadir, namun saya tidak bisa menyebutkan.

Seberapa sering Anda ke Indonesia?

Saya tidak pernah ke Indonesia.

Tapi tahun lalu Anda ke Jakarta kan?

Tidak.

Gantian, giliran Arnon bertanya

Apakah Anda tahu itu (kunjungan saya ke Jakarta) dari duta besar Yordania (Muhammad Dawudieh)?

Iya.

Dia memberi tahu atau Anda bertanya?

Dia memberi tahu saat saya menemui dia di kantornya.

Wawancara berlanjut lagi.

Apakah Anda tahu ada komunitas orang Indonesia keturunan Yahudi?

Iya, saya tahu mengenai hal itu.

Berapa jumlah mereka?

Saya tidak tahu. Yang saya tahu ada beberapa keluarga di Jakarta, Surabaya, dan Sulawesi.

Sudah berapa lama Israel membina hubungan diplomatik dengan Timor Leste?

Kami mengakui kemerdekaan Timor Leste sejak awal dan kami telah membuka kedutaan besar di sana. Pada peringatan 10 tahun berdirinya Timor Leste, saya akan datang.

Timor leste adalah bekas provinsi ke-27 Indonesia. Apakah ada kekhawatiran dari Indonesia setelah hubungan diplomatik Israel dan Timor Leste terbentuk?

Saya tidak tahu mengenai hal itu.

Terkait Bom  Bangkok yang mencederai istri diplomat Israel Maret lalu, apakah Anda khawatir dengan keamanan diplomat, warga, dan kepentingan Israel di Singapura?

Sama sekali tidak ada ancaman bagi kami di sini. Singapura adalah negara teraman dan moderat.

4 thoughts on “Amira Arnon: Indonesia Sangat Penting Buat Israel

  1. Di Kalimantan juga banyak warga Indonesia keturunan Belanda-Yahudi-Kalimantan dimana darah Belanda -Yahudi terjadi sejak jaman penjajahan kolonial Belanda 350 tahun lalu. Wajah-Wajah Dayak-Belanda berketurunan Yahudi juga banyak, kebanyakan wajah mereka berjawah Indo-Belanda-Yahudi/Arab atau Dayak-Belanda (Belanda berdarah Yahudi) atau pun Melayu-Belanda (Belanda berdarah Yahudi) atau Melayu-Arab (Arab).
    Proses asimilasi berlangsung sangat lama dan turun temurun sehingga darah bangsa bangsa sudah bercampur baur didalamnya. Setiap hati yang rindu berarti kemungkinan besar dia memiliki hubungan darah dimana dia merindukan hal itu. Bisa saja didalam darahnya mengalir gen dan sel darah dari kakek dan nenek moyangnya yang berketurunan Belanda-Yahudi. Ada banyak di Kalimantan.

  2. sebenarnya tak perlu bersikap antipati.
    kita saling membutuhkan satu sama lain
    israel dan indonesia sesama negara berdaulat harus berhubungan baik.
    sebab tak ada satu negara di dunia ini yang ingin terkucil….
    viva indonesia !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s