Simbol Bintang Daud di Negara Kota

Di atas panggung berukuran sekitar 3×7 meter persegi terpancang bendera Israel dan Singapura.

Malam itu, di salah satu sudut jantung Kota Singapura, seolah kepunyaan warga Israel. Satu-satu undangan berdatangan ke ruang konser di gedung School of the Arts, terletak di dekat simpang Orchard Road, Bras Basah Rosad, dan Prinsep Street.

Duta Besar Israel Amira Arnon bersama suami, Hagai Arnon, dan sejumlah pejabat kedutaan, sibuk menyalami, menyapa, dan bertukar cium pipi kanan dan kiri dengan tetamu. Wajahnya sumringah, secerah gaun biru menyala yang ia pakai.

Kamis pekan lalu, Israel memperingati ulang tahun kemerdekaan ke-64, mengikuti penanggalan Yahudi. Kalau menggunakan kalender Masehi, hari lahir negara Zionis itu dirayakan saban 14 Mei.

Pengamanan cukup ketat meski tidak menonjol. Tidak terlihat aparat bersenjata. Hanya saja, ketika Hamaslovers meninggalkan gedung itu usai acara, beberapa polisi bersenjata laras panjang bersiap meninggalkan posisi mereka di jalan masuk menuju tempat acara. Tamu yang hadir wajib menunjukkan undangan sebelum memasuki ruang konser.

Sebelum acara dimulai, dalam  ruang konser diputar film dokumenter  menggambarkan Israel adalah negara maju dan demokratis. Israel mengakui persamaan hak sekitar 7,8 juta penduduknya dari pelbagai latar belakang, termasuk kelompok minoritas Arab dan muslim.

Film itu juga berupaya meyakinkan hadirin, Israel adalah negara dermawan. Setidaknya, ini ditunjukkan dengan rekaman relawan asal negara Bintang Daud itu membantu rakyat miskin di Afrika dan korban bencana di pelbagai negara. Entah apa yang terbayang dalam pikiran para tamu saat menyaksikan film itu.

Di panggung berukuran sekitar 3×7 meter persegi, terpancang bendera Israel dan Singapura. Selepas film itu, di layar terpampang tulisan Israel, Hari Kemerdekaan ke-64. Ruang konser berkapasitas sekitarb 500 kursi hampir penuh saat Amira Arnon menyampaikan sambutan. “Timur Tengah dkenal dengan ketidakstabilan kronisnya tengah diguncang gempa politik dan pertumbuhan sentimen agama.”

Selepas itu, Paula Valstein menghibur hadirin dengan sepuluh lagu, termasuk satu dalam bahasa Ibrani. Ia merupakan pemenang kontes “A Star is Born”, American Idol versi Israel. Suara bersihnya dipadu musik enak buat bergoyang serasa menghanyutkan para penonton.  Lebih dari setengah jam penampilannya disambut tepuk riuh.

Undangan pun beringsut ke acara prasmanan di luar ruang konser. Tak ada makanan berat, hanya kue dan minuman ringan plus anggur merah buat menghilangkan lapar dan dahaga.

Semua tampak biasa saja. Hanya staf kedutaan bergaun ketat dan hanya sampai setengah paha serta rabbi berjanggut tebal dan panjang yang membuat Hamaslovers sedikit lebih lama memandang.

Sejumlah rangkaian bunga dialamatkan kepada Amira Aranon tampak menghiasi sejumlah sudut. Isinya ucapan selamat atas ulang tahun ke-64 negara Israel. Hingga akhjir acara, kue ulang tahun di tengah tempat ramah-tamah tidak tersentuh. Padahal, sebuah pisau terdapat di sampingnya. Kue itu berlambang Bintang Daud.

Semua berjalan lancar. Meski lelah, wajah Amira Arnmon terlihat puas. Bintang Daud kokoh menancap di Singapura.

Faisal Assegaf (Singapura)

One thought on “Simbol Bintang Daud di Negara Kota

  1. “Hanya staf kedutaan bergaun ketat dan hanya sampai setengah paha serta rabbi berjanggut tebal dan panjang yang membuat Hamaslovers sedikit lebih lama memandang” <————— yang pertama manusiawi kalau alasan kedua alasannya apa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s