Usamah Hamdan: Mogok Makan Bukan Satu-satunya Cara Terbaik

Pemerintah berencana menunjuk seorang konsul kehormatan bagi Palestina. Menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Indoneisa belum bisa membuka kedutaan besar karena harus berhubungan dengan Israel. Inilah yang tidak mau dilakukan oleh pemerintah.

“Kita tidak dapat lakukan itu sebagai posisi prinsip,” kata Marty kepada Hamaslovers melalui pesan pendek Rabu pekan lalu. Namun dia belum bisa memastikan siapa calon dan kapan pengangkatan konsul kehormatan itu.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid berharap rencana itu bisa diwujudkan paling telat pertengahan tahun ini.

Langkah itu merupakan bagian dari keputusan pertemuan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Palembang Januari lalu. OKI memutuskan semua negara yang belum membuka hubungan diplomatik dengan Palestina harus melakukan itu, kalau bisa dalam tingkatan kedutaan besar.

Pemimpin Hamas di Libanon, Usamah Hamdan menyambut baik rencana Indonesia itu. “Ini membuktikan pemerintah dan rakyat Indonesia benar-benar mendukung perjuangan bangsa Palestina,” katanya. Dia juga menjelaskan soal mogok makan yang kerap dilakukan tahanan Palestina akhir-akhir ini. Setelah Khader Adnan selama 66 hari, Hana al-Shalabi juga melakoni selama 43 hari. Keduanya telah dibebaskan dari penjara Israel. Langkah keduanya ini diikuti 24 tawanan lainnya.

Sayang, lantaran sibuk, Hamdan tidak bisa berbincang panjang lembar. Berikut penuturannya saat dihubungi Faisal Assegaf dari Hamaslovers melalui telepon selulernya kemarin:

Apa komentar Anda soal rencana Indonesia menunjuk seorang konsul kehormatan untuk Palestina?

Saya pikir itu penting untuk Palestina. Saya berharap konsul kehormatan yang akan ditunjuk oleh pemerintah Indonesia itu adalah orang berkualitas sehingga mampu membantu rekonsiliasi Hamas dan Fatah. Dia juga harus dapat membantu mengatasi persoalan-persoalan rakyat Palestina. Saya amat berharap konsul kehormatan Indonesia itu juga orang netral, sehingga dia tidak hanya bekerja di Tepi Barat saja tapi juga bertugas di Jalur Gaza.

Apa tidak sebaiknya Indonesia membuka kedutaan besar?

Saya mengerti seharusnya pemerintah Indonesia juga membuka kedutaan besar di Palestina seperti Kedutaan besar Palestina di Jakarta. Tapi kami memahami karena Palestina masih di bawah penjajahan Israel, hal itu tidak dapat dilakukan. Kami kira penunjukan seorang konsul kehormatan saja juga sudah merupakan langkah bagus. Ini membuktikan pemerintah dan rakyat Indonesia benar-benar mendukung perjuangan bangsa Palestina.

Apa tanggapan Anda soal mogok makan yang kini kerap dilakoni tahanan Palestina di penjara Israel?

Mogok makan merupakan salah satu cara terbaik bagi tahanan Palestina untuk melawan penjajah Israel. Namun itu bukan satu-satunya cara buat menghadapi penjajah Zionis. Saya berharap seluruh masyarakat dunia dan para pendukung Palestina terus setia membantu kami mengenyahkan Israel dari wilayah kami.

Menurut Anda, semua tahanan Palestina harus melakukan mogok makan?

Kalau memang mereka berpikir itu cara terbaik untuk melawan, silakan saja. Namun saya ingatkan, mogok makan bukan satu-satunya cara buat menentang penjajahan Israel.

Hingga kini, proses perdamaian dengan Israel tidak membuahkan hasil. Apakah Hamas juga frustasi?

Saya tegaskan tidak perlu lagi ada perundingan  dengan Israel karena semua percuma. Rezim Zionis itu tidak bisa dipercaya. Karena itu, jangan pernah lagi berunding dengan Israel. Bangsa Palestina harus melawan dengan berbagai cara. Masyarakat dunia, terutama kaum muslim juga harus terus menyokong perjuangan kami.

One thought on “Usamah Hamdan: Mogok Makan Bukan Satu-satunya Cara Terbaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s