Poros Setan Timur Tengah

Oleh: Faisal Assegaf

Mantan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush pernah menyebut Iran, Irak, dan Korea Utara sebagai poros setan. Istilah itu dilontarkan dalam pidato kenegaraan yang disiarkan langsung ke seantero negeri pada 29 Januari 2002.

Presiden ke-43 Amerika ini menganggap ketiga negara itu sebagai hambatan bagi terciptanya perdamaian internasional. Sebab, mereka dituding menyokong kegiatan teroris di seluruh dunia dan berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Atas tuduhan memiliki senjata pemusnah massal itu pula, Bush melancarkan agresi militer ke Irak pada Maret 2003, yang akhirnya menumbangkan rezim Presiden Saddam Hussein. Namun sekarang terbukti tuduhan itu palsu.

Amerika Serikat dan Israel sampai kini terus berkampanye bahwa Iran dan Korea Utara sedang mengembangkan bom atom. Propaganda itu terus ditingkatkan, terutama terhadap pemerintah Iran. Bahkan rencana serangan terhadap fasilitas nuklir milik Negeri Mullah itu sudah bocor ke publik.

Gagasan itu disokong oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak. Bahkan, setelah pertemuan dengan Presiden Barack Hussein Obama di Gedung Putih awal bulan ini, politikus sayap kanan dari Partai Likud yang berkuasa  itu memperkirakan serangan akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

Spekulasi mutakhir yang beredar serbuan Israel itu terjadi paling lambat pertengahan tahun ini. Apalagi, Obama saat berpidato di konferensi kebijakan tahunan AIPAC (Komite Urusan Publik Amerika-Israel) di Washington DC, juga awal bulan ini, secara terbuka  mendukung serangan Israel ke Iran jika memang diperlukan.

AIPAC merupakan lembaga lobi Yahudi terbesar di Amerika. Mereka getol mendukung calon presiden dan anggota Kongres agar mau bersikap pro-Israel. Termasuk dalam kampanye pemilihan kali ini. AIPAC lewat Komite Tindakan Politik (PAC) dan super PAC menyumbang buat semua kandidat baik dari Partai Republik atau Demokrat.

Alhasil, situasi di Timur Tengah yang sudah memanas sejak revolusi meletup tahun lalu kian meningkat.  Masyarakat internasional, terutama negara-negara Timur Tengah, berharap-harap cemas apakah perang besar antara Iran dan Israel bakal meletup.

Melihat kondisi semacam itu, rasanya tidak berlebihan jika Amerika dan Israel pantas disebut sebagai poros setan.  Kedua negara itulah yang layak disebut sebagai penghalang bagi terciptanya perdamaian dunia. Bagaimana tidak, lantaran hegemoni Amerika di Timur Tengah dan berdirinya negara Israel, situasi di kawasan itu terus bergolak, tidak pernah sepi dari perang dan konflik berdarah.

Sejak David Ben Gurion – kemudian menjadi perdana menteri pertama – mendeklarasikan kemerdekaan Israel pada 14 Mei 1948, pecah sejumlah perang, yakni perang  1948, Perang Enam Hari  1967, dan Perang Yom Kippur  1973. Bahkan, dalam proses pendiriannya, sekitar 700 ribu warga Palestina terusir dari kampung halaman mereka, dikenal dengan peristiwa Nakbah. Sekarang Palestina menjadi jajahn Israel. Negara Zionis itu juga melancarkan agresi terhadap Libanon (1982) dan Jalur Gaza (Desember 2008-2009). Ditambah lagi, pertempuran 34 hari melawan Hizbullah dalam Perang Libanon (Juli 2006).

Seperti karakter setan, kedua negara itu menghasut dan memutarbalikkan fakta. Mereka akan memojokkan negara anti-Israel atau Amerika  sebagai ancaman terhadap perdamaian di kawasan dan dunia. Setelah rezim Saddam jatuh, kini giliran Iran menjadi korban propaganda poros Washington DC – Tel Aviv itu.

Mereka mengkampanyekan Iran sebagai musuh bersama karena diyakini sedang mengembangkan senjata nuklir. Sesuatu yang belum bisa dibuktikan dan berkali-kali pula dibantah oleh para pemimpin Iran. Bahkan, pemimpin tertinggi di Negeri Mullah itu Ayatullah Ali Khamenei menegaskan haram hukumnya mengembangkan senjata pemusnah massal, seperti bom atom.

Padahal sebaliknya, Amerika dan Israel terbukti menyimpan bom nuklir. Bersama Rusia, Prancis, Inggris, Cina, Pakistan, India, dan Korea Utara., kedua negara ini disebut sebagai kekuatan nuklir. Amerika setiaknya memiliki 1.950 bom nuklir aktif.

Saking takut ketahuan, Israel menahan Mordechai Vanunu dalam sel isolasi selama 18 tahun karena membongkar rahasia program nuklir Israel kepada koran the Sunday Times. Kepada penulis, Vanunu juga menyampaikan hal serupa bahwa negara Zionis itu memiliki 200 hulu ledak nuklir.

Vanunu adalah mantan teknisi di reaktor nuklir Dimona, berlokasi di gurun Negev, selatan Israel. Meski telah dibebaskan pada Juli 2004, dia dikenai tahanan kota di Yerusalem. Dia juga dilarang menerima wawancara media asing, mendekati bandar udara, pelabuhan, atau kedutaan asing.

Dengan kebijakan standar ganda, Amerika menjamin negara-negara Arab yang menjadi sekutunya untuk bertindak brutal terhadap pengunjuk rasa di negara mereka.  Alhasil, Arab Saudi dan Bahrain tidak segan menembak mati para pengunjuk rasa damai dari kaum Syiah yang minoritas. Padahal, mereka tidak berniat menggulingkan rezim turun temurun di kedua negara itu.

Gedung Putih berupaya menakut-nakuti para raja Arab bahwa revolusi yang telah berhasil di Tunisia, Mesir, dan Libya, malah memunculkan penguasa Islamis yang dianggap akan mendekat kepada Iran. Paling tidak, keyakinan itu terbukti dengan keputusan majelis rendah parlemen Mesir yang mendesak pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel.

Amerika seolah berhasil meyakinkan masyarakat global bahwa kekuasaan para emir dan raja itu tidak sama dengan pemerintahan diktator yang dijalankan oleh Zainal Abidin bin Ali (Tunisia), Husni Mubarak (Mesir), dan Muammar Qaddafi (Libya). Jadi gelombang revolusi tidak perlu menyapu negara-negara semacam Saudi dan Bahrain. Padahal, cara mereka memerintah seperti rezim otoriter. Kebebasan rakyat sangat dibatasi, terutama dalam hal berorganisasi, berpolitik, dan berpendapat. Dengan liciknya, Amerika menawarkan jaminan keamanan lewat transaksi peralatan militer.

Jika  merujuk pada Al-Quran, setan ingin hidup sampai kiamat. Alhasil, jangan pernah bermimpi perdamaian dapat tercipta di Timur Tengah selama poros Amerika –Israel masih bercokol di kawasan itu.

Dimuat di Jurnal Nasional, 16 Maret 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s