Sayyid Muhammad Husaini: Tak Boleh Ada KFC di Iran

Sama seperti pejabat Iran lainnya, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran Sayyid Muhammad Husaini juga tegas jika berbicara soal pengaruh budaya Barat terhadap negara-negara muslim, termasuk Iran. Dia menegaskan tidak hanya Iran yang menyensor produk asing, negara Barat pun juga bertindak serupa.

Alhasil, kata dia. Iran tidak khawatir terhadap pengaruh budaya Barat yang bisa mengancam generasi muda yang menjadi mayoritas penduduk Negeri Mullah itu. “Kalau kami diam saja, wajar kami khawatir terhadap nasib generasi muda,” katanya kepada Faisal Assegaf dari Hamaslovers.

Antibudaya Barat ini termasuk menolak berdirinya restoran cepat saji asal Amerika Serikat Kentucky Fried Chicken (KFC). Dia membantah sudah ada KFC perdana di Ibu Kota Teheran yang berdiri pekan lalu. “Tidak ada dan kami tidak akan memberi izin.” Dia bercerita dulu pernah ada KFC di negaranya namun ditutup.

Kabar berdirinya KFC pertama di Negeri Mullah itu dilansir surat kabar independen asal Israel Haaretz akhir bulan lalu. Restoran milik Amir Hussein Ali Zadeh itu diberi tambahan nama menjadi KFC-Iran.

Wawancara berlangsung sekitar setengah jam dengan penerjemah. Dia menolak diwawancara dengan bahasa Inggris karena takut salah kutip. Di tengah perbincangan, dia memutar-mutar tasbih kecil berwarna cokelat.

Meski menolak budaya Barat, dia tampil dengan setelan jas hitam yang melapisi kemeja putihnya. Dia pun tidak risih walau percakapan kami ditemani suara penyanyi perempuan Amerika yang meluncur dari pengeras suara di lobi Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan.

Berikut penuturannya saat ditemui semalam:

Seberapa bahaya kebudayaan Barat sekarang ini bagi generasi muda Iran?

Hal itu sangat berbahaya karena mereka menggunakan kekuatan lunak menyerang akhlak mulia bangsa-bangsa muslim. Ketika masyarakat tidak sadar, mereka akan terpengaruh oleh invasi budaya Barat

Invasi budaya Barat bukan hal baru. Dulu di Eropa, sebetulnya masyarakat muslim pernah berkuasa, tapi invasi budaya Barat mempengaruhi norma-norma kemanusiaan dan agama masyarakat muslim di sana sehingga mereka kalah.

Target utama mereka adalah pemuda muslim, lewat berbagai cara, misalnya industri film, musik, video game, sehingga pikiran anak muda negara-negara muslim terpengaruh. Maka dari itu perlu kewaspadaan agar mereka menyadari dampak buruk itu.

Apakah pemerintah Iran merasa khawatir terhadap dampak buruk budaya Barat mengingat mayoritas rakyat Iran generasi muda?

Kalau kami diam saja wajar khawatir terhadap nasib generasi muda. Namun kami aktif membuat berbagai film, buku, dan game yang kami rasa dapat mencegah invasi budaya Barat dari ranah populer di kalangan anak muda.

Dengan alasan menghadang dampak buruk budaya Barat, pemerintah Iran merasa wajib memblokir Internet di situasi genting?

Tentu di setiap negara ada aturan untuk mengatur internet, seperti di Cina. Sehingga tidak hanya Iran yang mengatur sambungan Internetnya. Tidak bisa serta merta diberikan kebebasan bagi masyarakat buat mengakses Internet.

Pada prinsipnya, di waktu-waktu biasa rakyat negeri kami mudah mengakses Internet. Tetapi saat pemilihan presiden dua tahun lalu, beberapa situs berita BBC berbahasa Parsi dan beberapa situs lainnya berupaya mengarahkan dan memberi fitnah kepada rakyat. Maka kami perlu mencegah hal semacam itu di waktu-waktu tertentu.

Lantas seperti apa prinsip kebijakan sensor di Iran?

Kami memiliki komite ahli yang melakukan analisa terhadap suatu produk dari Barat. Kami melakukan analisa dari pelbagai dimensi di produk kebudayaan asing yang memasuki negeri kami seperti buku, perangkat lunak, film, karikatur.

Jika sebuah produk menghina agama, ahlak, dan kepercayaan kami, maka hal itu tidak dapat ditolerir dan tidak akan mendapat izin Produk-produk kebudayaan Barat yang memecah belah mazhab, suku, juga tidak kami izinkan.

Jangan lupa, tidak tepat bila menganggap hanya Iran saja yang mengontrol produk budaya asing yang memasuki negaranya. Barat pun melakukan hal yang serupa. Televisi Iran Al-Alam, Press TV, atau juga televisi milik Hizbullah, Al-Manar, seringkali tidak bisa tayang di negara-negara Barat, padahal mereka menyiarkan kebenaran.

Pelarangan Barat hanya karena mereka menentang hegemoni Barat dan kapitalisme. Kebijakan kami akhirnya sama saja dengan mereka.Kami hari ini (kemarin) baru saja membentuk dewan nasional yang akan mengawasi dunia virtual. Saya merupakan salah satu anggotanya.

Mengingat jejaring sosial banyak dibuat dan dimiliki orang-orang Yahudi, apakah Anda khawatir ada agenda tersembunyi dari Zionis untuk memanfaatkan data pribadi masyarakat muslim internasional?

Jangan lupa, Internet pertama kali dibuat di Markas Besar Angkatan Bersenjata Amerika Serikat dan Pentagon. Wajar bila mereka sampai sekarang mengawasi Internet atau menyalahgunakan data-data warga muslim dunia yang bisa mereka akses secara diam-diam.

Namun, tidak bisa dipungkiri Internet bisa digunakan secara positif. Contohnya kebangkitan masyarakat Arab melawan pemerintahan otoriter yang berlangsung berkat adanya jejaring sosial.

Bagaimana tanggapan Anda dengan kabar pembukaan gerai KFC di Ibu Kota Teheran?

Tidak ada sama sekali, dari mana Anda mendapat kabar itu? Kalaupun ada maka kami tidak akan mengizinkan.

Apakah Anda merasa senang dengan kemenangan film karya Asghar Farhadi “A Separation” di ajang Oscar bulan lalu?

Sebelum Barat menghargainya, kami sudah memberikan penghargaan lebih dulu di ajang utama perfilman di Iran yaitu Piala Fajr.

Seperti insan perfilman di Iran, saya senang dengan kemenangan film ini di ajang internasional. Baru karya ini yang pertama kali mampu mendapatkannya di Amerika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s