Relawan di Sarang Lawan

Sherian Kihia menjadi muslim pertama yang bekerja untuk palang merah Israel.

Profesinya berlawanan dengan kondisi di lapangan. Sebagai warga Palestina, ia memilih bekerja untuk Magen David Adom (MDA). Ia juga tidak risih mengenakan seragam dengan logo Bintang Daud di dada kiri.

Dialah Sherian Kihia, sopir ambulans muslim pertama yang bekerja buat MDA. “Saya ingin menyelematkan nyawa orang dan tidak ingin mempersoalkan agama atau bangsa,” kata gadis 24 tahun ini.

MDA, dalam bahasa Ibrani berarti Bintang Daud Merah, merupakan lembaga pemerintah Israel yang melayani bantuan medis darurat, bencana, ambulans, dan bank darah. MDA dibikin oleh seorang perawat bernama Karen Tenenbaum pada 1930. Dalam lima tahun, lembaga yang berkantor di Ibu Kota Tel Aviv ini memiliki cabang di seantero Israel. Tidak hanya warga Yahudi, MDA juga melayani orang Arab. Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengakui secara resmi keberadaan MDA enam tahun lalu.

Kihia bekerja di MDA cabang Yerusalem Timur. Awalnya, keluarga dan teman meributkan alasan dia bergabung dengan organisasi miliki negara Yahudi itu. Apalagi lebih banyak lelaki di lingkungan kerjanya. Ia juga harus kerap pulang larut malam.

Namun karena tetap ingin bertahan, dukungan mulai berdatangan, termasuk dari suami yang baru ia nikahi beberapa bulan lalu. “Lakukan apa yang kau mau. Saya mendukung kamu,” ujar Kihia menirukan ucapan suaminya.

Rekan-rekan kerjanya pun memperlakukan dia dengan baik, meski ia seorang muslim. Hanya saja, kalau sedang di jalan, banyak orang Arab yang terkejut melihat ia mengendarai ambulans MDA. “Mereka tidak percaya saya memiliki izin mengemudi dan menjadi pembantu medis,” katanya.

Di kalangan warga Yahudi, Kihia juga tidak terlalu dipersoalkan. Memang, ia pernah dikerjain oleh para pasien Yahudi saat perayaan Shabbat dan hari suci lainnya. Tapi, ia mengaku sejauh ini tidak ada hambatan berarti.

Ia juga tidak terlalu khawatir soal kemungkinan diserang oleh pihak-pihak yang menganggap dirinya berkhianat. “Sejauh yang saya pahami, saya bekerja untuk menyelamatkan nyawa manusia dan tidak terlibat dengan kegiatan semacam itu,” ia menegaskan.

Direktur MDA Yerusalem Timur Murad Salman berharap Kihia bisa menjadi contoh baik bagi relawan muda Arab untuk bergabung dengan misi kemanusiaan.

Kihia telah membuktikan demi membantu sesama kita memang harus mati rasa. Tak peduli kawan atau lawan.

Yediot Ahronot/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s