Gelora Asmara di Tengah Revolusi Tenda

Banyak pasangan cinta lokasi bermunculan saat demonstrasi di Tel Aviv.

Hawa panas di bulan Juli menyelimuti kawasan elite di jalan raya Rothschild, jantung Ibu Kota Tel Aviv, Israel. Ini membuat ribuan pengunjuk rasa – kebanyakan anak-anak muda, lebih suka berada di luar tenda-tenda mereka. Tentu dengan pakaian seadanya dan gampang menyerap keringat.

Di antara para pengunjuk rasa itu terdapat seorang gadis muda nan cantik dan seksi. Sebut saja Anav. Para lelaki muda berupaya menarik perhatiannya dengan memberikan bunga atau menawarkan es krim.

“Namun ia hanya tertarik kepada saya,” kata seorang pengusaha muda, sebut saja Shamir. Sudah dua pekan terakhir, ia berganti kebiasaan dari nongkrong di pub saban malam pindah ke tenda di jalan raya Rothschild.

Anav dan Shamir ikut berunjuk rasa memprotes harga-harga yang terus membubung tinggi, termasuk harga rumah. Setelah berkenalan, keduanya ngobrol berjam-jam hingga pukul tiga pagi. Rupanya, Anav tidak memiliki tenda. Hasilnya bisa ditebak. Shamir mengajak Anav tidur setenda.

Sekali lagi, apa yang dilakukan mereka saat berduaan juga bisa ditebak. Anav dan Shamir bercinta dengan bergelora. “Benar-benar enak dan menyenangkan. Bahkan setelah selesai pun masih terasa nikmat,” kata Shamir.

Ia lantas membuka resleting tenda untuk mencari udara segar. Alhasil, sungguh mengejutkan. Sekitar 40 orang berdiri di sekitar tendanya sambil bertepuk tangan. “Mereka telah mendengar semuanya,” ujar Shamir.

Meital Azulay yang datang bersama seorang teman perempuannya juga pernah menyaksikan sepasang kekasih tengah bergumul di dalam sebuah tenda berwarna perak. Tenda asmara dengan jendela terbuka itu bergoyang-goyang. Menurut guru tari asal Tel Aviv ini, kejadian itu sah-sah saja ketika orang memindahkan kamar tidur mereka ke sebuah tenda di jalan. “Seperti di rumah saja,” kata perempuan 29 tahun ini.

Seorang pemuda tampan berumur 30 tahun mengaku juga mengisi malam-malamnya di Rothschild dengan bercinta bersama teman cinta lokasinya. Ia bertemu gadis manis itu saat mau beli minuman. Mereka lantas membeli beberapa makanan kecil, bir, dan tiga bungkus kondom sebelum masuk tenda.

Namun, ia mengakui tidak mudah memadu syahwat di sana. Lantainya tidak rata, banyak batu, dan keras. Sangat sakit untuk punggung, tapi Anda bakal menemukan posisi yang tepat,” ujarnya.

Seiring dengan masih berlanjutnya demo, harga kondom mungkin bakal naik karena banyak bermunculan pasangan cinta lokasi. Alhasil, boleh jadi naiknya harga kondom juga bakal menjadi sasaran protes.

Haaretz/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s