Hanin Zoabi: Saya Tidak Akan Tinggalkan Tanah Air Saya

Dari 120 anggota Knesset (parlemen Israel), hanya tujuh orang yang merupakan keturunan Palestina: empat dari Partai Ta’al dan tiga dari Partai Balad, termasuk Hanin Zoabi. Meski minoritas, Zoabi sangat lantang menyuarakan hak-hak dan kepentingan warga Palestina di Israel.

Karena itu itu heran jika perempuan lajang berusia 42 tahun ini kerap mendapat cemoohan dan kecaman dari politisi sayap kanan dan ultranasionalis. Puncaknya pada Juli tahun lalu, Komite Etik Knesset mencabut tiga hak Zoabi sebagai anggota parlemen, yakni menrik paspor diplomatiknya, menghapus hak mendapat bantuan hukum, dan melarang ia mengunjungi negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Sanksi itu lantaran ia ikut dalam misi kemausiaan ke Jalur Gaza dua bulan sebelumnya. Ia menumpang kapal Mavi Marmara dan menjadi saksi penyerbuan pasukan komando negara Zionis itu yang menewaskan sembilan relawan.

Senin lalu, juga akibat partisipasinya di misi itu, Komite Etik mengeluarkan sanksi baru buat wanita kelahiran Kota Nazareth – lokasi kelahiran Yesus – itu. Zoabi tidak boleh menyuarakan pendapat dan iktu pemungutan suara di tingkat komite hingga masa jabatan Knesset berakhir tahun depan.

Semua itu tidak membuat peraih master komunikasi dan media dari Universitas Hebrew, Yerusalem, ini gentar. “Saya akan tetap bertahan sebagai anggota Knesset,” kata Zoabi yang dihubungi Faisal Assegafdari Hamaslovers melalui telepon selulernya hari ini.

Berikut penuturannya:

Apa komentar Anda soal keputusan Komite Etik kemarin?

Itu merupakan keputusan politik karena partisipasi saya dalam misi kemanusiaan ke Gaza tahun lalu. Keputusan itu bisa keluar lantaran Komite Etik dihuni sebagian besar politisi sayap kanan. Ini juga merupakan kampanye diskriminatif terhadap kami dan warga Israel keturunan Palestina yang kami wakili.

Lantas apa yang akan Anda lakukan?

Saya akan mempelajari semuanya dan akan mengajukan gugatan atas keputusan Komite Etik itu. Saya juga akan menempuh upaya di tingkat internasional.

Termasuk melapor ke Dewan Hak Asasi PBB?

Saya bakal mempertimbangkan itu.

Ini bukan diskriminasi pertama, apa Anda masih ingin bertahan sebagai anggota Knesset?

Saya akan tetap bertahan di Knesset untuk membela kepentingan orang Palestina. Jika saya mundur sama saja saya membiarkan mereka terus melanjutkan kebijakan diskriminatif terhadap warga keturunan Palestina. Ini merupakan tantangan untuk menjalankan sistem demokrasi.
Saya ingin membuktikan bahwa Zionisme itu bertolak belakang dengan demokrasi. Israel selalu menganggap demokrasi dan kesamaan sebagai sebuah tantangan terhadap keamanan mereka.

Sampai kapan Anda akan tinggal di Israel yang bersikap diskriminatif terhadap minoritas Palestina?

Saya bertahan di sini bukan karena saya ingin mempertahankan statsu kewarganegaraan. Ini adalah tanah air saya dan saya tidak akan meninggalkan tanah air saya. Israel yang merupakan pendatang. Kami akan terus berjuang melawan rasisme di tanah air saya.

Jika PBB memberi pengakuan terhadap negara Palestina September mendatang, Anda akan pindah dari Israel?

Saya tidak akan pernah meninggalkan tanah air saya. Pengakuan itu hanya merupakan penyelesaian terhadap penjajahan Israel dan bukan solusi atas penindasan dan diskriminasi terhadap rakyat Palestina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s