Putra Benjamin Netanyahu Sebut Islam Agama Teroris

Yair Netanyahu berharap tidak akan pernah ada negara Palestina.

Pandangan garis keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ternyata menurun pada putra sulungnya, Yair Netanyahu. Surat kabar Haaretz kemarin melaporkan pemuda 19 tahun itu menulis dalam laman Facebook-nya bahwa Islam merupakan agama terror.

Komentar sinis terhadap agama yang dianut lebih dari semiliar penduduk Bumi ini ditulis setelah peristiwa pembunuhan lima anggota keluarga pemukim Yahudi di Tepi Barat oleh seorang warga Palestina. “Teror memiliki sebuah agama bernama Islam,” tulis Yair Netanyahu yang sedang menjalani wajib militer.

Awal tahun ini, ia juga pernah menulis dalam laman Facebook-nya bahwa muslim merayakan kebencian dan kematian. Tentu saja tudingan-tudingan Yair Netanyahu mendapat kecaman dari warga Palestina. Insiden itu muncul di tengah ketidakpastian masa depan perundingan Palestina dan Israel.

Yair juga menulis harapannya agar tidak akan pernah ada sebuah negara Palestina merdeka. Laman Facebook milik anak pertama dari dua bersaudara ini dibuat dua tahun lalu dan sudah memiliki 23 pengikut. Yair dan kelompoknya menyerukan boikot terhadap perusahaan dan produk Arab.

Haaretz mengungkapkan, semua komentar anti-Islam dan Arab itu langsung dihapus dua jam kemudian. Tindakan itu diambil saat koran ini mencoba meminta komentar dari para staf Netanyahu mengenai pernyataan Yair itu. Namun, tidak ada yang mau menanggapi.

Pengacara keluarga Netanyahu, David Shimron, menegaskan Netanyahu bersama istrinya, Sara, memiliki sikap moderat dan toleran. “Mereka menghormati semua orang tanpa memandang, agama, asal, dan kebangsaan mereka. Begitulah cara Netanyahu dan Sara mendidik anak-anak mereka,” ujar Shimron dalam pernyataan tertulis.

Yair yang kini berpangkat kopral sudah menjalani wajib militer sejak tahun lalu. Berbeda dengan ayahnya dan pamannya, Yoni Netanyahu, Yair menolak masuk pasukan tempur dan memilih ditempatkan di bagian radio militer.

Israel memang mewajibkan lelaki dan perempuan berusia minimal 18 tahun menjalani wajib militer. Untuk pria selama tiga tahun, sedangkan wanita dua tahun.

AP/Haaretz/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s