Kebohongan Juru Runding Palestina

Ada sejumlah kebohongan yang dilakukan tim perunding Palestina saat berdialog dengan Israel. Ketidakjujuran itu terungkap dalam bocoran 1.600 dokumen perundingan yang dilansir stasiun televisi Aljazeera dan surat kabar Guardian pekan lalu.

Dokumen rahasia hasil perundingan selama 1999 – 2010 ini menunjukkan rasa frustasi dar para pemimpin Palestina atas proses perdamaian dengan Israel yang tidak menunjukkan kemajuan. Alhasil, tidak ada yang serius untuk mewujudkan berdirinya negara Palestina.

Bahkan yang terjadi, para perunding Palestina itu berupaya menjual tanah yang seharusnya menjadi hak mereka. Dokumen ini juga membuka rahasia bahwa sebenarnya Fatah tidak pernah berniat berdamai dengan Hamas yang merupakan lawan politik mereka.

Berikut daftar kebohongan publik itu:

1 Palestina menerima sebutan Israel sebagai negara Yahudi.
Selama ini para pemimpin Otoritas Palestina menolak mengakui Israel sebagai negara Yahudi.

“Jika Anda ingin menyebut negara Anda negara Yahudi Israel, Anda dapat menyebut itu sesuai keinginan Anda,” kata ketua juru runding Palestina Saeb Erekat kepada Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni (November 2007).

Livni menawarkan balasan dengan memindahkan kota-kota kecil di Israel yang berpenduduk mayoritas Arab ke dalam wilayah negara Palestina nantinya. Namun pihak Palestina menolak gagasan itu.

2 Palestina menerima proposal hanya 10 ribu pengungsi Palestina yang dapat kembali ke Israel dalam waktu sepuluh tahun.

Padahal, saat ini terdapat sekitar 5 juta pengungsi yang merupakan keturunan dari sekitar 700 ribu orang yang dipaksa pergi saat Israel berdiri pada 1948. Peristiwa ini dikenal sebagai Nakbah. Para pemimpin Palestina selalu berkoar-koar memulangkan seluruh pengungsi.

“Soal pemulangan pengungsi, kesepakatannya itu (10 ribu),” kata Saeb Erekat kepada utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah George Mitchell (Februari 2009).

“Saya tidak pernah mengatakan seluruh diaspora (kamp pengunsi) akan ikut referendum. Itu tidak mungkin terjadi. Referndum hanya bagi orang Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Tidak bisa digelar di Libanon dan Yordania,” kata Saeb Erekat kepada menteri luar negeri Belgia (Maret 2007).

“Mengenai jumlah pengungsi, tidak masuk akal meminta Israel menerima 5 juta atau bahkan 1 juta. Itu berarti akhir dari negara Israel,” kata Presiden Palestina Mahmud Abbas (Maret 2009).

Dalam pertemuan dengan Mahmud Abbas, Agustus 2008, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menawarkan 5 ribu pengungsi yang boleh pulang. Ia telah menyatakan kepada Abbas tidak akan membolehkan lebih dari 25 ribu orang.

Namun tahun lalu, Erekat menyatakan kepada para diplomat Uni Eropa untuk menerima tawaran 15 ribu pengungsi yang kembali. Dalam dokumen 2007, PLO ingin 100 ribu pengungsi yang pulang dalam sepuluh tahun. Mantan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush dalam bukunya “Decision Points”, mengatakan jumlah pengungsi yang kembali harus dibatasi.

Dalam perundingan di Berlin, Juni 2008, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice mengusulkan pengungsi Palestina ditempatkan di Cile dan Argentina.

3 Rakyat Palestina mendambakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka di masa depan.
Namun dalam perundingan Mei 2008, ketua juru runding Palestina Ahmad Qureia sepakat memberikan kontrol yang lebih besar atas kota suci tiga agama – Islam, Yahudi, dan Nasrani –  itu kepada Israel.

Ia juga mengizinkan Israel menguasai seluruh permukiman Yahudi di yerusalem Timur, kecuali Har Hoam (Jabal Abu Ghneim) dan Maalih Adumim. Ini konsesi terbesar yang ditawarkan Palestina sepanjang sejarah perundingan. Namun ketua delegasi Israel Tzipi Livni menolak ide itu.

“Ini pertama kali dalam sejarah kami membuat tawaran itu. Kami menolak melakukan itu di Camp David,” kata Qureia.

4 Fatah mendapat dukungan dinas intelijen Inggris MI6 untuk menghancurkan Hamas. Rencana itu dibuat awal 2004 dan diserahkan kepada kepala keamanan Otoritas Palestina Jibril Rajub.

Selama ini Fatah menuding Hamas tidak pernah mau berdialog dengan mereka sejak kedua faksi terbesar itu pecah kongsi pada Juni 2007.

5 Ketua juru runding Palestina Saeb Erekat menunda penyerahan laporan tim pencari fakta PBB ke Dewan Keamanan lantaran ditekan Amerika Serikat.

Tim bentukan Dewan Hak Asasi Manusia PBB ini menyimpulkan terjadi kejahatan kemanusiaan oleh Israel dan Hamas dalam Perang Gaza. Komisi itu diketuai oleh Richard Goldstone, jaksa keturunan Yahudi dari Afrika Selatan.

“Terima kasih atas apa yang telah Anda lakukan dua pekan lalu (mengenai laporan Goldstone). Itu tindakan sangat berani,” kata penasihat keamanan nasional Amerika Jim Jones kepada Erekat (21 Oktober 2009).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s