Abdul Aziz Dweik: “Perlu Ada Perubahan Rezim di Palestina”

Terbongkarnya kebohongan para perunding Palestina yang dipimpin Saeb Erekat dan mantan perdana menteri Ahmad Qureia membuat geram rakyat Palestina. Unjuk rasa pun meletup di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Para tokoh politik, terutama dari Hamas, juga mengecam kebusukan mereka. Ketua Dewan Legislatif Palestina Abdul Aziz Dweik dari faksi Hamas sampai menyerukan perlunya pergantian rezim.

Berikut penuturan Aziz Dweik saat menghubungi Faisal Assegaf dari Tempo melalui telepon selulernya kemarin malam:

Apa komentar Anda soal bocoran dokumen perundingan yang dilansir Aljazeera dan Guardian?
Dokumen yang dipublikasikan Aljazeera dan Guardian adalah asli dan mengungkap banyak rahasia. Dokumen itu menunjukkan perundingan antara Palestina dan Israel sudah mati. Dokumen itu menunjukkan Israel tidak serius berunding dan  para perunding Palestina mennggunakan strategi amat buruk.

Berarti para perunding Palestina tidak serius?
Benar karena mereka mengajukan tawaran yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Lantas apa yang mesti dilakukan?
Perlu ada persatuan dari seluruh rakyat Palestina dalam menghadapi kekuatan penjajah Zionis. Para pemimpin politik Palestina, termasuk Hamas dan Fatah, harus segera berdamai.

Bagaimana rekonsiliasi bisa terjadi. Dalam dokumen itu terungkap rencana MI6 untuk memberangus Hamas dan kelompok radikal lainnya?
Memang benar, karena itu negara-negara Barat perlu mengubah strategi mereka. Mereka jangan lagi memecah persatuan Palestina. Jika strategi itu terus dilanjutkan pihak Barat akan diisolasi oleh dunia Arab.

Apakah perlu ada perubahan rezim untuk menghidupkan kembali proses perdamaian?
Perubahan rezim memang dibutuhkan namun itu mesti dilakukan dengan cara-cara damai. Perubahan harus dibuat dengan cara demokratis yang mencerminkan keinginan rakyat.

Dari pengalaman sebelumnya, negara-negara Barat yang disponsori Amerika Serikat dan Israel tidak mau menerima kemenangan Hamas dalam pemilu karena mereka dianggap organisasi teroris?
Masyarakat internasional harus menghormati pilihan rakyat Palestina karena itu adalah kehendak Allah dan bukan kemauan manusia. Jika cara-cara demokratis tidak lagi dihargai dan diterima, itu hanya akan menguntungkan Israel. Tidak akan pernah tercipta persatuan di antara rakyat Palestina.

Jadi jika Fatah masih berkuasa, perdamaian akan buntu?
Ya, proses damai sudah lama mandek. Perlu ada pergantian rezim yang benar-benar bisa diterima seluruh rakyat Palestina. Itu hanya dapat dilakukan melalui pemilihan umum.

Menurut Anda, gelombang reformasi yang dimulai di Tunisia akan menyebar hingga Palestina?
Hanya Allah yang tahu. Tapi rakyat Palestina sudah tidak percaya lagi dengan kepemimpinan sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s