Syahwat Sesat Arafat

Arafat diduga seorang gay



Tiap manusia boleh jadi memiliki sisi gelap yang tidak diketahui banyak orang. Namun apa jadinya jika aib itu dimiliki oleh seorang tokoh. Tentu sangat mengejutkan.

Seperti mendiang pemimpin Palestina, Yassir Arafat. Lelaki yang wafat dalam usia 75 tahun di sebuah rumah sakit militer di Ibu Kota Paris, Prancis, ini ternyata seorang homoseksual aktif. Ia pasti mati-matian menututpi keanehan orientasi seksualnya itu. Sebab kalau sampai ketahuan, bukan sekadar karir politiknya yang hancur, namun juga nyawanya melayang.

Dalam Islam, bercinta dengan sesama jenis haram. Tapi, KGB (dinas rahasia zaman Uni Soviet) meragukan Arafat seorang muslim. Ia adalah penganut Marxis-Leninis yang memakai agama untuk tujuan politik. Arafat disebut pernah dilatih oleh KGB pada 1970-an hingga 1980-an.

KGB menuding Arafat menjalankan ajaran Islam demi kepentingan politik. Wartawan stasiun televisi French 2, Charles Enderlin, mengungkapkan Arafat berbohong saat acara donor darah bagi korban serangan 11 September 2001. Tidak ada jarum yang disuntik ke lengannya untuk diambil darahnya.

Memang sulit mememastikan kebenaran informasipria kelahiran Mesir itu seorang gay. Namun yang menjadi pertanyaan, kenapa Arafat baru menikah di umur 61 tahun. Ia mengawini Suha Daud Tawil, 27 tahun, pada 1990. Namun mereka jarang hidup bersama. Empat tahun menjelang kematian Arafat, Suha lebih banyak tinggal di Paris. Bahkan, selentingan yang beredar putrid tunggal mereka adalah bayi tabung.

Dalam bukunya yang terbit pada 1987, “Red Horizon”, Ion Mihai Pacepa, mantan kepala intelijen Rumania di era Nicolae Ceausescu, mengklaim kamar Arafat disadap saat ia mengunjungi Bucharest. Karena itulah, ketika ia bermesraaan dengan seorang pengawalnya yang berambut pirang, erangan keduanya terdengar melalui sistem pengeras suara. Pemimpin PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) itu digambarkan mengaum seperti macan, sedangkan pasangannya menjerit seperti dubuk.

Laporan intelijen menyebutkan Arafat pertama kali disodomi oleh gurunya saat remaja. Sejumlah sumber mengungkapkan ia juga seorang paedofilia. Ketika melawat ke Rumania, ia disediakan anak-anak yatim. Bahkan, sopir pribadinya yang merupakan agen ganda Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) dilaporkan sering mencarikan anak-anak untuk memuaskan syahwat Arafat.

Pada 2000, Arafat dilaporkan berkali-kali menggosokkan kakinya ke kaki Terry McAuliffe, bekas ketua Komite Nasional Demokrat. Insiden di acara makan malam di Ibu Kota Washington D.C., Amerika Serikat, itu berakhir dengan ciuman Arafat ke bibir McAuliffe.

Alhasil, orang-orang yang meyakini Arafat seorang gay, percaya ia meninggal karena penyakit AIDS. Bukan seperti tudingan bekas penasihatnya, Bassam Abu Syarif, bosnya itu tewas diracun Mossad dengan thallium.

Menteri Luar Negeri Palestina Nabil Shaat pernah mengungkapkan kepada Arab News, hasil analisa laboratorium oleh dokter Jerman dan Prancis tidak menemukan racun dalam darah Arafat. Menurut pengamat intelijen dari Amerika, John Lottus, badan intelijen CIA sudah bertahun-tahun mengetahui Arafat mengidap AIDS.

Karena itu, jagalah syahwat sesuai syariat agar hidup bahagia dunia dan akhirat.

San Fransisco Sentinel/TJNP/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s