Cinta Tak Kenal Batas

Sepasang lelaki Palestina dan perempuan Israel telah menikah selama 22 tahun.


Lima tahun sebelum pemimpin Palestina Yassir Arafat dan  Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin berjabat tangan di Ibu Kota Oslo, Norwegia, perdamaian sudah tercapai antara Imad Hamdan, lelaki asal Kota Gaza, dan Dalia, gadis dari Jaffa, Israel.

Perjanjian Oslo itu ditandatangani pada 1993. Langkah damai inilah yang mengakhiri hidup Rabin. Ia dibunuh dua tahun kemudian oleh seorang pegiat politik dari sayap kanan Israel, Yigal Amir. Tidak seperti sekarang, saat itu warga Palestina, termasuk dari Jalur Gaza, bebas masuk ke negara Zionis itu. Sama seperti orang Israel, boleh datang ke Gaza.

Imad dikenalkan oleh rekan bisnisnya dengan Dalia dalam acara makan malam. Ketika itu, Imad merupakan kontraktor bangunan bekerja di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. Sedangkan Dalia baru saja menyelesaikan wajib militer selama dua tahun.

Awalnya, Imad dan Dalia begitu kaku. Apalagi Dalia tumbuh di keluarga ultranasionalis. “Ia kemudian benci orang Arab,” kata Imad berseloroh. Namun suasana di antara keduanya mencair setelah melahap beberapa hamburger. Bahkan obrolan berlanjut ke tepi pantai.

Cinta pun tumbuh. Tidak mau berlama-lama, Imad melamar Dalia menjadi istri keduanya. Istri pertama Imad meninggal lantaran serangan kanker. Karena Imad bekerja di Tel Aviv, pengantin baru ini terpaksa tinggal menumpang di rumah orang tua Dalia.

Tentu saja tidak mudah bagi pasangan dari negara bermusuhan itu menjalani hidup berumah tangga. Ibu mertua Imad kerap melontarkan sindiran. “Saya benar-benar suka kamu namun masalahnya kamu orang Arab,” ujar Dalia menirukan ucapan ibunya. Imad pun setuju dengan pernyataan itu. “Tiap ibu Yahudi tentu ingin putrinya mneikah dengan pria Yahudi.”

Lantaran tidak ingin mengecewakan ibunya, Dalia sempat menggugurkan kandungan pertamanya. Semua kakak Dalia menentang pernikahan itu. Mereka selalu berupaya menyuap Imad agar menceraikan Dalia. Bahkan hingga kini, sepuluh tahun setelah keduanya menetap di Kota Gaza, usaha memisahkan mereka masih muncul.

Tiga bulan lalu, seorang kakaknya menelepon meminta Dalia pulang ke Israel melalui perlintasan Erez. Gerbang perbatasan utama dengan Israel ini berada di sebelah utara Jalur Gaza. Namun Dalia menolak secara halus. Ia beralasan tidak mau meninggalkan suaminya walau ia tetap ingin berhubungan baik dengan keluarganya.

Dalia mengaku betah tinggal di Kota Gaza bersama ibu mertuanya meski dihimpit kesulitan dan ketakutan akibat blokade Israel sejak tiga tahun lalu. Mereka menempati rumah dua kamar di kawasan Syekh Radwan. “Ia sangat mencintai saya. Ia benar-benar baik kepada saya, sama seperti ibu saya,” kata Dalia.

Apalagi Imad sekarang hanya bekerja serabutan. Ia menjajakan kacang goreng di jalan dengan pendapatan hanya 10 shekel atau sekitar US$ 2,5 saban hari. Ia khawatir tidak mampu membiayai kuliah putri sulungnya, Yasmin.

Gadis 21 tahun ini kabur ke Kota Gaza untuk menghindari panggilan wajib militer. Selama tinggal di kediaman paman-pamannya, ia memakai nama Nicole Hamdan dan menjadi gadis Yahudi. Namun di Gaza, ia memakai nama Yasmin lengkap dengan abaya dan jilbab. Ia seorang muslimah tulen.

Usia pernikahan Imad, 50 tahun, dan Dalia, 42 tahun, sekarang sudah 22 tahun. Tiga anak mereka lahir di Israel, sedangkan putra bungsu mereka, Rami, tujuh tahun, lahir di Gaza. Dalia bertekad mempertahankan pernikahannya hingga akhir hayat. Ia sudah masuk Islam sejak 1990-an dan berabaya serta berjilbab saban hari.

Ia mengaku sering mendapat cemoohan dari warga Gaza yang tahu ia perempuan Yahudi. “Saya (hanya) suka orang-orang Arab baik kepada saya. Saya bahagia tinggal di sini,” kata Dalia.

Independent/Faisal Assegaf

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s