Perempuan Bercadar di Belakang Kemudi

Lebih banyak perempuan yang mencibir.

Di Kota Gaza, Anda akan sangat jarang menyaksikan perempuan naik sepeda motor, sepeda, atau mobil. Jadi jangan bayangkan melihat seorang wanita mengemudikan truk.

Tentu saja itu lantaran masyarakat di sana memegang teguh tradisi. Tugas perempuan adalah di rumah, yakni memasak, mengurus rumah dan anak, serta suami. Lelakilah yang seharusnya mencari nafkah.

Namun boleh jadi nilai-nilai konservatif itu mulai luntur. Setidaknya ini sudah dirintis oleh Lina Ibrahim, 22 tahun. Gadis berabaya serba hitam dan bercadar (seluruh wajah ditutup kecuali kedua matanya) ini baru saja mengajukan pembuatan surat izin mengemudi untuk menjadi sopir truk profesional

Ini amat bersejarah. Ia menjadi perempuan pertama yang bekerja sebagai sopir truk. Mahasiswa jurusan optik di Universitas Islam Gaza ini kursus mengemudi truk saat libur kuliah.

Alasannya, Lina tidak yakin dapat memperoleh pekerjaan seusia keahliannya. Sejak Israel memblokade Jalur Gaza tiga tahun lalu, pengangguran dan kemiskinan meningkat lantaran banyak pabrik yang tutup. Ia juga berjaga-jaga jika kondisi ekonomi keluarganya memburuk. Selain itu, menjadi sopir truk untuk mengisi waktu ketimbang menganggur sambil menunggu jodoh datang. “Tidak ada yang salah dengan hal ini,” katanya.

Keluarganya awalnya menolak niat Lina itu. Mereka mengatakan penduduk Gaza tidak akan bisa menerima kenyataan adanya sopir truk wanita. Namun belakangan, ayahnya merasa sangat bangga dengan keteguhan hati Lina. “Perempuan Palestina telah membutkikan betapa tangguh mereka,” ujar Ibrahim.

Menumpang truk yang disopiri Lina sama saja rasanya jika sikuemudikan lelaki. Ia paham betul soal rambu lalu-lintas dan mampu berkelit dari kemcaten di jam-jam sibuk. Biasanya, pria atau wanita yang melihat Lina di bekalang kemudi akan bertanya, “Apakah Anda sudah gila?” atau apakah Anda lelaki yang menyamar?’

Dukungan terhadap profesi barunya itu malah datang dari kaum adam. Tapi ia yakin perempuan-perempuan lain di Gaza akan mengikuti jejaknya nanti. “Saya mengawali ini dan banyak wanita akan mengikuti. Pegang ucapan saya,” Lina menegaskan.

Jika itu benar terjadi, akan banyak perempuan-perempuan Gaza bercadar di belakang kemudi.

Media Line/Faisal Assegaf

One thought on “Perempuan Bercadar di Belakang Kemudi

  1. membaca kutipan di atas saya sangat tertarik dengan semangat Lina ibrahim,yang budaya disana Wanita lebih banyak diam dirumah menunggu biaya dari suaminya .tettapi tidak untuk Lina Ibrahim dia wanita yang sangat mandiri dan tive wanita pekerja keras

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s