Naik Kereta Keliling Kota Gaza

Anak-anak bermimpi naik kereta betulan.

Bagi anak-anak di Kota Gaza, transportasi umum seperti bus dan kereta merupakan hal langka. Boleh jadi, hampir sebagian besar anak di sana belum pernah melihat kereta secara langsung.

Maklum saja, kereta terakhir kali melayani warga Gaza sebelum Perang Enam Hari 1967. Ketika itu, angkutan massal ini menghubungkan wilayah seantero Gaza dengan Tepi Barat dan bahkan hingga Ibu Kota Kairo, Mesir. Namun, setelah wilayah itu lepas jatuh ke tangan Israel, kereta lenyap dari kehidupan Gaza.  

Tapi sejak bulan lalu, kendaraan semi kereta kembali muncul di Kota Gaza. Mirip dengan buatan perusahaan Austria yang disebut STS Fun Train. Menggunakan jip berpenggerak empat roda yang menarik dua gerbong. Seperti yang ada di Mesir, kereta itu dipanggil “Taf Taf al-Mahrusa” yang dihiasi pelbagai warna.

Kereta ini tak ubahnya mainan anak yang ada di Disneyland, Amerika Serikat. Bukan melaju di atas rel, tapi di jalan raya. “Perlu enam bulan bagi saya untuk membuat kereta kecil ini,”kata penciptanya, Maysara al-Hilu, 30 tahun, dalam wawancara khusus dengan kantor berita Cina, Xinhua.

Lantaran blokade Israel sejak tiga tahun terakhir, tidak mudah mencari bahan baku pembuatan kereta yang memiliki kecepatan maksimum 30 kilometer per jam itu. Ongkos produksi Taf Taf Mahrusa US$ 50 ribu. Dilengkapi sirene dan radio. Ia berharap suatu saat nanti bisa menciptakan kereta betulan yang melayani trayek Jalur Gaza ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Ahmad al-Batsh, direktur eksekutif Al-Qana’ah berkomitmen menambah gerbong Taf Taf Mahrusa. Ia juga ingin menghasilkan lebih banyak kereta lagi. “Isolasi Israel membuat kami tidak mampu memperoleh suku cadang yang pas untuk membuat kereta sebenarnya,” katanya. Qana’ah adalah perusahaan yang mensponsori lahirnya kereta itu.

Anak-anak dan remaja di Kota Gaza menyambut gembira kehadiran Taf Taf Mahrusa. Mereka berebutan naik dan mengambil foto melalui kamera telepon seluler. Sepanjang Ramadan tahun ini, kereta ini kebanyakan beroperasi malam hari. “Tiketnya tidak terlalu mahal dan anak-anak bisa naik untuk bersenang-senang,” ujar Hilu.

Seperti dilontarkan Nahad, 12 tahun. “Saya sangat gembira ketika melihat kereta untuk pertama kali,” katanya. Ia bermimpi dapat menumpang kereta dalam ukuran sebenarnya untuk berkeliling Kota Gaza.

Xinhua/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s