Pesan Ramadan dari Netanyahu

Tentara Israel di Tepi Barat diminta tidak makan, minum, dan merokok di depan umum.

Ramadan adalah bulan agung dan penuh berkah. Boleh jadi, lantaran keagungannya itu menggerakkan hati Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pesan damai kepada umat muslim di Israel dan seluruh dunia di hari pertama puasa.

Pemimpin garis keras dari Partai Likud ini menegaskan Ramadan menjadi saat penting untuk memulai kembali perundingan langsung dengan Palestina dan mengupayakan perdamaian dengan negara-negara Arab lainnya. “Saya meminta dukungan kalian dalam doa dan upaya-upaya bersama untuk benar-benar menciptakan sebuah kehidupan berdampingan yang damai dan harmonis,” kata Netanyahu.

Memang benar, pesan dalam rekaman video itu memang tidak secara khusus disampaikan bagi muslim Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun militer Israel yang bertugas di Tepi Barat telah diminta menghormati warga Palestina yang berpuasa sejak Rabu lalu.

Mereka dituntut untuk tidak makan, minum, dan merokok, di depan umum, khususnya di pos perbatasan. Pihak militer negara Zionis itu juga sudah menyebarkan selebaran yang menjelaskan keutamaan dari Ramadan ke sekitar 650 pos pemeriksaan yang ada di Tepi Barat.

Selama bulan suci ini, warga Palestina diizinkan mengunjungi keluarga mereka di Israel. Kebijakan serupa juga berlaku bagi orang Israel keuturnan Arab. Mereka boleh melawat ke Tepi Barat. Jam-jam buka gerbang perbatasan antara Israel dan Tepi Barat juga diperpanjang.

Di Yerusalem Timur, lelaki Palestina berusia di atas setengah abad dan perempuan lebih dari 45 tahun boleh memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha. Pria menikah usia 45-50 dan wanita bersuami umur 30-45 juga tidak diharamkan. Di luar ketentuan itu, tidak boleh.

Namun keistimewaan itu tidak berlaku bagi orang-orang yang dianggap membahayakan keamanan Israel. Seperti Ketua parlemen Palestina Abdul Aziz Dweik yang berumur 62 tahun. “Sebab kegiatan politik saya dianggap berbahaya,” katanya kepada Tempo.

Jalur Gaza juga ketiban berkah Ramadan. Kini, 300 truk pengangkut kebutuhan hidup sekitar 1,5 juta warga di sana hilir-mudik saban hari. Sebanyak 50 pedagang dizinkan keluar dari Gaza untuk membeli barang dagangan di Tepi Barat dan Israel.

Dari Bethlehem, otoritas sipil negara Yahudi itu menambah pasokan air bagi warga kota kelahiran Yesus itu sebanyak 2.000 meter kubik. Selama berpekan-pekan, rumah-rumah di sana kekuarangan air dan terpaksa membeli. “Kebijakan ini untuk mengatasi krisi air di kota itu,” kata Iyad Sarhan, pejabat setempat. Semoga saja, Ramadan kali ini menjadi berkah bagi seluruh warga Palestina yang berada di bawah penjajahan Israel. Seperti disampaikan Netanyahu, 61 tahun, dalam penutup pesan Ramadannya. “Ramadan mubarak.”

Haaretz/Jerusalem Post/JTA/Ma’an/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s