Hanin Zoabi: “Saya Tidak Mungkin Setia kepada Negara Zionis”

Insiden Mavi Marmara seolah menegaskan betapa Israel menerapkan kebijakan diskriminatif terhadap warga Arab. Kejadian itu menimpa Hanin Zoabi, anggota Knesset (parlemen Israel) yang iktu di atas kapal Mavi Marmara.

Ia merupakan salah satu saksi kebiadaban pasukan komando angkatan laut Israel yang menyerbu ke atas kapal misi kemanusiaan ke Jalur Gaza itu. Insiden di akhir Mei itu menewaskan 19 orang dan mencederai 36 lainnya.

Sejalan dengan masyarakat internasional, politikus perempuan dari Partai Balad ini tidak hanya mengecam. Namun juga menuntut penyelidikan secara transparan. Zoabi, 41 tahun, adalah wanita pertama yang terpilih sebagai anggota Kneset dari partai Arab.

Akibatnya sungguh fatal, Lewat perdebatan sengit, Knesset memutuskan mencabut tiga hak perempuan kelahiran Nazareth itu sebagai anggota Knesset, yakni hak mendapatkan paspor diplomatik, hak bantuan keuangan dan hukum, serta hak mengunjungi negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Dengan semangat, ia menjelaskan soal tekanan yang ia dan warga Arab hadapi di negara Zionis itu. Zoabi merupakan keturunan dari orang-orang Arab yang memilih bertahan saat Israel berdiri pada 1948. Berikut penuturannya kepada Faisal Assegaf dari Tempo saat dihubungi melalui telepon selulernya Rabu lalu:

Setelah keputusan Knesset, bagaimana Anda menjalankan tugas sehari-hari?
Semua berjalan seperti biasa, namun Israel telah menerapkan diskriminasi terhadap hak-hak saya. Keputusan Knesset itu merupakan usaha delegitimasi kegiatan politik saya melawan penjajah. Mereka tidak memahami bagaimana demokrasi seharusnya dijalankan. Mereka pikir kita bisa menjadi Zionis dan mendukung Zionisme.

Apakah Anda sadar akibat ikut misi kemanusiaan itu seperti ini?
Saya tidak kecewa dan tidak terkejut atas keputusan itu. Ini merupakan sistem politik Zionis yang rasis. Setidaknya ada 25 undang-undang yang mengesahkan diskriminasi terhadap warga Palestina di Israel. Namun kami ahrus tetap berjuang untuk hak-hak kami.

Apakah Anda berniat ikut misi berikutnya?
Saya ingin berpartisipasi lagi dalam misi kemanusiaan berikutnya ke Gaza. Ini pesan politik sangat penting yang harus disampaikan kepada pemerintah Israel.

Anda tahu, Israel akan terus bersikap rasis terhadap warga Arab, kenapa tidak pindah saja?
Ini tanah air saya. Saya akan terus berjuang mempertahankan hak-hak kami.

Israel berencana mengeluarkan aturan yang mengharuskan semua warga Arab bersumpah setia kepada Israel?
Itu undang-undang bodoh dan melanggar hak asasi. Tidak ada satu negara pun yang memaksakan ideologi kepada rakyatnya. Hanya negara tidak bermoral yang melakukan itu.

Jadi Anda menolak setia kepada Israel?
Saya tidak mungkin bersumpah setia kepada negara Zionis Israel dan mendukung Zionisme.

Status Anda sendiri di Israel?
Saya warga negara.

Apakah undang-undang itu akan disahkan?
Kemungkinannya besar karena koalisi sekarang didominasi politisi garis keras.

2 thoughts on “Hanin Zoabi: “Saya Tidak Mungkin Setia kepada Negara Zionis”

  1. Pingback: Perempuan itu Telah Dicabut Haknya « Karena Perempuan Harus di Mengerti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s