Dalang ‘September Kelam’ Wafat

Berpesan agar keturunannya tetap memerangi Israel.

DAMASKUS – Pemimpin serangan “September Kelam” Muhammad Oudeh wafat dalam usia 73 tahun akibat gagal ginjal. Pria yang akrab disapa Abu Daud ini dimakamkan di Ibu Kota Damaskus, Suriah, Jumat lalu. Di sanalah ia bermukim karena dilarang kembali pada 1999.

Oudeh memang menjadi buronan Israel lantaran keterlibatannya dalam kasus terbunuhnya 11 atlet Israel yang sedang mengikuti Olimpiade Muncih, Jerman Barat, 1972. Baku tembak terjadi karena pertukaran tawanan dengan 200 orang Palestina gagal.

Ia merencanakan serangan itu saat duduk di sebuah kafe pinggir jalan di Ibu Kota Roma, Italia. Sejak itu, ia menjadi buronan dan hidup berpindah-pindah di pelbagai negara Eropa Timur. Mantan guru matematika dan fisika ini mengakui perannya dalam peristiwa itu lewat bukunya: “Palestine: From Jerusalem to Muncih”

Setelah keluar dari Yerusalem menjelang Perang Enam Hari 1967, Oudeh baru kembali setelah Perjanjian Oslo diteken pada 1993. Ia menetap di Ramallah, Tepi Barat. Sampai akhir hayatnya ia tetap anti-Israel. “Hari ini, saya tidak dapat memerangi kalian (orang Israel), namun cucu saya dan keturunannya pasti akan melanjutkan.” Lelaki kelahiran Yerusalem Timur ini tutup usia meninggalkan seorang istri bersama empat putri dan satu putra.

“Saya bangga terhadap ayah saya. Kematiannya seperti sebuah gunung yang roboh,” kata Wafa Oudeh.

New York Times/Washington Post/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s