Negara Adidaya Sejati

Oleh: Faisal Assegaf

Israel kembali mendapat tekanan masyarakat internasional lantaran tindakan brutalnya. Senin subuh pekan lalu, pasukan komando angkatan laut negara Zionis itu (Shayetet) menyerbu masuk ke dalam kapal Mavi Marmara di perairan internasional Laut Tengah. Insiden ini menewaskan 19 orang dan mencederai 36 lainnya.

Mavi Marmara termasuk dalam rombongan masing-masing tiga kapal barang dan penumpang yang diorganisir oleh Insani Yardim Vakfi, sebuah yayasan bantuan dari Turki. Rombongan kemanusiaan yang meliputi sekitar 700 pegiat, dokter, dan anggota parlemen dari lebih 40 negara ini membawa 10 ribu ton bantuan bagi warga Jalur Gaza.

Jadi perkenalkan sekali lagi! Inilah negara adi daya sesungguhnya di dunia ini, yakni Israel. Bukan Amerika Serikat seperti yang sering disebut serta diyakini banyak pihak. Tidak sekadar membuat Washington melempem, Tel Aviv bahkan mampu mengendalikan semua rezim yang berkuasa di Amerika sejak Israel berdiri pada 1948.

Presiden Amerika Barack Hussein Obama yang begitu dipuji dan diharapkan Negara negara Arab dan kalangan muslim juga dibuat tidak berdaya.Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali menolak permintaan menghentikan proyek permukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Padahal tuntutan itu pula yang disyaratkan Presiden Otoritas Palestina Mahmud Rida Abbas untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai yang mandek sejak Konferensi Annapolis, November 2007.

Kekuatan lobi Yahudi juga merasuk hingga sistem hukum Amerika. Ini dapat dibuktikan oleh dua aturan hukum yang diloloskan oleh Kongres. Undang-undang Pengkajian Anti Semit Global yang ditandatangani Presiden George Walker Bush pada Oktober 2004 mewajibkan tiap menteri luar negeri Amerika memberikan laporan tahunan mengenai tindakan anti-Semit di seluruh dunia. Berdasarkan beleid ini, ia juga harus menunjuk seorang utusan khusus yang mengepalai kantor yang mengawasi dan memerangi tindakan anti-Semit.

Sebelumnya, di masa Presiden Bill Clinton, muncul Jerusalem Embassy Act. Undang-undang yang diteken Clinton pada 1995 ini memerintahkan pemindahan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem. Namun hingga saat ini akta itu belum dilaksanakan lantaran sensitivitas masalah Yerusalem. Meski begitu, Konsulat Jenderal Amerika di Yerusalem yang dibuka sejak 1844 masih beroperasi.

Di panggung politik internasional, negara Bintang Daud itu juga mampu memperlihatkan kedigdayaan mereka atas Amerika. Sejak gempuran militer Israel ke Libanon pada 1982, Amerika sudah memveto 32 resolusi yang merugikan tindakan arogan pemerintah Negara itu. Sampai sekarang Israel yang diketahui memiliki 200 hulu ledak nuklir bertahan pada posisinya menolak menjadi anggota Perjanjian Non-proliferasi Nuklir (NPT) di mana Amerika juga tergabung. Sikap ini berlawanan dengan kebijakan Obama yang ingin menciptakan dunia bebas senjata pemusnah massal itu.

Sejatinya, insiden terhadap misi kemanusiaan ke Gaza itu bukan kekejaman pertama yang dilakoni Israel. Kejadian Senin lalu itu berlangsung tepat saat usia blokade Israel terhadap Gaza tiga tahun pada pertengahan Juni ini. Penutupan perbatasan darat, laut, dan udara itu telah menimbulkan krisis kemanusiaan. Penderitaan sekitar 1,5 juta penduduk Gaza itu makin parah setelah agresi militer Israel awal tahun lalu.

Dunia seolah tutup mata dan telinga. Mereka lebih peduli pada bencana alam buatan Tuhan, seperti gempa, letusan gunung api, atau tsunami. Namun mereka mengabaikan musibah kemanusiaan buatan Israel yang sebenarnya bisa dicegah atau dihentikan jika mau. Padahal kejahatan kemanusiaan sudah diperbuat Israel sejak negara itu merdeka. Israel menjadi sebuah negara dengan mengusir sekitar 750.000 warga Palestina yang dikenal dengan peristiwa Naqbah.

Seperti biasa, negara-negara Arab dan yang berpenduduk mayoritas muslim hanya mengecam dan mengutuk kekejian Israel. Entah sudah berapa juta kali Israel dikutuk, namun hingga kini sumpah serapah itu tidak pernah terwujud. Mereka seharusnya mampu bertindak keras untuk membuat jera rezim Zionis, tapi itu tidak mereka lakukan. Bagaimana mungkin Allah mengabulkan kutukan atas Israel jika yang dilakukan kaum muslim itu sebuah langkah yang tak berarti apa-apa.

Dunia Islam lagi-lagi masih mengandalkan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sudah impoten sejak awal dibentuk. Hak veto yang dimiliki lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yakni Amerika, Rusia, Inggris, Prancis, dan Cina sudah menunjukan lembaga yang katanya paling berpengaruh itu tidak akan menguntungkan negara-negara muslim.

Hingga kini, PBB masih berutang karena gagal mewujudkan negara Palestina seperti diamanatkan oleh Resolusi Majelis Umum Nomor 181 pada 29 November 1947. Organisasi terbesar sejagat ini juga tidak bisa mencegah tindakan sepihak Israel yang menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka yang tidak dapat dibagi dua dengan Palestina. Padahal, kota suci bagi tiga agama – Islam, Yahudi, dan Nasrani – itu sudah ditetapkan di bawah kontrol PBB.

Ironisnya lagi, Israel menolak melaksanakan sekitar 200 resolusi PBB yang berkaitan dengan konflik Palestina. Paling baru, Dewan Keamanan belum mengadili Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan panglima militer Jenderal Gabi Ashkenazi sebagai penjahat perang meski tenggat Maret sudah berlalu. Dalam laporannya setebal 575 halaman, tim pencari fakta yang dibentuk Dewan Hak Asasi PBB menyimpulkan terjadi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel dan Hamas dalam Perang Gaza.

Alhasil, Israel akan terus menjadi negara adi daya yang pongah selama negara-negara Arab dan muslim tidak bersatu. Untuk melawan superioritas Israel, mereka harus menuntut penghapusan hak veto. Jika gagasan ini tidak berhasil, mereka sepantasnya keluar dari PBB dan membentuk tatanan global baru yang bisa mewujudkan keinginan bangsa Palestina memiliki negara sendiri.

Dimuat di Koran Tempo, 10 Juni 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s