Laila Khalid: “Hentikan Semua Perundingan dengan Israel”

Ia adalah legenda hidup perjuangan Palestina. Laila Khalid dua kali membajak pesawat untuk menarik perhatian dunia akan nasib bangsanya yang dijajah oleh Israel.

Aksi pertama dilakukan pada 29 Agustus 1969 dengan sasaran Boeing 707 milik maskapai Trans World Airlines bernomor penerbangan 840 dalam perjalanan Roma menuju Athena. Pembajak kedua dilakukan pada 6 September 1970 dengan sasaran maskapai El Al milik Israel.

Laila berhasil lolos dari sergapan Israel dan sekarang menetap di Ibu Kota Amman, Yordania. Ia pun geram dengan insiden yang menewaskan 19 relawan dan mencederai 36 lainnya. Berikut penuturannya kepada Faisal Assegaf dari Tempo melalui telepon selulernya kemarin:

Apa komentar Anda soal insiden terhadap misi kemanusiaan buat Gaza?
Itu adalah pembajakan oleh geng yang memerintah di Tel Aviv. Israel harus dihukum oleh internasional baik secara resmi atau informal. Sekaranglah saatnya bagi dunia mengambil tindakan keras terhadap Israel. Israel merupakan negara teroris dan pendukung terorisme.

Menurut Anda, apa pesan yang ingin disampaikan Israel melalui kejadian itu?
Israel selama ini merasa blokade terhadap Jalur Gaza sesuai hukum internasional. Padahal kenyataannya, masyarakat internasional mendorong agar isolasi itu segera dicabut. Ada dua pesan yang ingin disampaikan oleh Israel ke masyarakat internasional terkait serangan terhadap kapal misi kemanusiaan itu. Mereka ingin memberitahu dunia internasional bahwa siapa saja yang ingin membantu rakyat Palestina, mereka terancam dibunuh atau ditangkap. Kedua, Israel ingin menunjukan mereka kebal terhadap hukum internasional.

Dengan insiden ini, berarti perundingan bukan lagi pilihan utama?
Kami dari PFLP (Barisan Rakyat bagi Pembebasan Palestina) telah menentang segala bentuk perundingan dengan Israel sejak Perjanjian Oslo ditandatangani pada 1993. Fakta di lapangan, Israel terus membunh, menyiksa, dan menangkapi rakyat Palestina. Kami telah menyerukan untuk menghentikan semua perundingan dengan Israel.

Jadi sekaranglah saatnya berjuang dengan senjata?
Sebuah bangsa yang dijajah berhak melakukan perlawanan dengan berbagai cara, termasuk berjuang dengan senjata. Ini dijamin oleh hukum internasional.

Lalu menurut Anda perlawanan macam apa yang efektif untuk menghentikan penjajahan Israel?
Perllawanan itu harus muncul di pelbagai tingkatan, mulai dari tokoh politik hingga kalangan rakyat.

Cukup hanya itu?
Kami juga menyerukan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina. Perlawanan ini harus disokong oleh negara-negara Arab, dunia muslim, dan masyarakat internasional.

Apakah Anda geregetan ingin terjun lagi secara langsung seperti ketika membajak pesawat Israel?
Saya kini berada di luar Palestina dengan status sebagai pengungsi. Namun saya sangat percaya masih bisa memberikan dukungan bagi perjuangan rakyat kami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s