Guantanamo ala Negeri Bintang Daud

Penghuni Kamp 1391 dilarang dikunjungi oleh keluarga dan pengacara.


Saking rahasianya, hampir semua peta yang dilansir pemerintah Israel tidak menyebutkan nama dan lokasi Kamp 1391. Hanya beberapa peta yang dikeluarkan Otoritas Perlindungan Alam dan Taman Nasional yang menunjukkan lokasi penjara rahasia itu dengan sebuah huruf tanpa penjelasan lebih lanjut.

Padahal, Kamp 1391 bukan berlokasi di daerah gurun tanpa manusia. Juga tidak di sebuah gua yang sangat sulit dijangkau. Tahanan ini berada di wilayah permukiman penduduk yang dilewati sebuah jalan utama berlajur tiga. Hanya saja, tidak ada papan petunjuk menuju bangunan itu.

Sebab itu, masyarakat Israel menjulukinya sebagai Guantanamo. Nama ini merujuk pada penjara yang ada di pangkalan militer Angkatan Laut Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, Kuba. Kompleks itu dibangun sejak 2001 untuk menampung para tersangka teroris yang disangka terlibat jaringan Al-Qaidah dan Taliban.

Bahkan lantaran kelewat rahasia, dua mantan menteri kehakiman Israel, David Libai dan Dan Meridor, mengaku tidak mengetahui di mana dan bagaimana kondisi Kamp 1391. “Saya tidak akan mengucapkan satu kata pun mengenai hal itu karena alasan sederhana saja bahwa saya memang tidak tahu. Ini pertama kalinya saya mendengar soal itu (Kamp 1391),” kata Libai yang menjabat pada masa pemerintahan Perdana Menteri Yitzhak Rabin.

Kamp 1391 menjadi satu-satunya penjara di Israel yang terlarang bagi Komite Palang Merah Internasional (ICRC). Pihak keluarga dan pengacara juga dilarang menjenguk keluarga mereka yang ditahan di sana.

Kamp 1391 memang berada di lingkungan markas Korps Intelijen IDF (Pasukan Pertahanan Israel) yang dinamakan Unit 504. Lembaga ini hanya memiliki sedikit personel dengan kemampuan khusus. Terdiri dari “Katamim”, agen yang bertugas melaksanakan misi rahasia di luar negeri dan “Hakshabim”, ahli interogasi.

Bangunan warisan Inggris ini dikelilingi dua pagar kawat berduri yang dialiri listrik. Di antara barikade itu, patroli berlangsung saban hari. Menara pengawas di empat penjuru juga tidak pernah sepi dari penjaga. Kamp ini memiliki dua gerbang terbuat dari besi. Lepas dari pintu masuk kedua, terdapat sebuah aula. Sel-sel dan ruang interogasi terletak tidak jauh dari sana.

Di sini terdapat dua jenis sel. Kategori pertama sering disebut vila, dihuni oleh tahanan yang sudah selesai diperiksa. Berukuran 10 meter persegi dengan penerangan dan air memadai. Ruang tahanan model kedua bagi orang-orang yang sedang diinterogasi. Luasnya hanya 1,25×1,25 meter persegi dengan tembok bercat hitam atau merah. Tanpa jendela dan lampu, bahkan tidak ada kakus. Tahanan membuang kotorannya dalam satu kantong plastik besar yang dibuang petugas sekali dalam beberapa hari.

Semua tahanan mendapatkan makanan tiga kali sehari. Menunya sama dengan yang dinikmati para sipir. Namun mereka hanya boleh keluar sejam selepas interogasi. Selebihnya, waktu mereka dihabiskan di dalam sel yang biasanya dihuni satu atau dua orang.

Penyiksaan dan pelecehan seksual sering terjadi di Kamp 1391. Para tahanan masuk tanpa diadili atau tuduhan apa pun. Pengacara atau keluarga juga dilarang menjenguk. Mereka dibawa masuk dengan tangan diborgol dan mata ditutup. Kalau bertanya di mana mereka dikurung, sipir hanya menjawab di luar angkasa, di bulan, atau di luar Israel.

Seperti dialami oleh Mustafa Dirani yang ditahan sejak 1994. Kepala divisi keamanan kelompok Syiah Amal di Libanon ini mengaku disodomi dan sipir memasukkan tongkat kayu ke dalam anusnya. Tahanan lainnya, Ahmad Ali Banjak, menyatakan pernah dipaksa minum kopi bercampur abu rokok dan makan bawang merah dicampur air dalam jumlah banyak.

Kamp 1391 akan terus menjadi horor bagi para pejuang anti-Israel. Apalagi keberadaannya masih misteri bagi masyarakat.

Haaretz/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s