Serumah Dua Ideologi

Konflik Hamas dan fatah sudah memecah persatuan rakyat Palestina.


Dua bersaudara kandung itu tinggal di sebuah desa di Kota Nablus, Tepi Barat. Lokasinya di kaki sebuah bukit yang di atasnya terletak sebuah permukiman Yahudi

Meski tinggal serumah, Ahmad dan Hamid mempunyai pandangan politik berbeda. Ahmad merupakan pejabat Fatah di kota itu, sedangkan Hamid adalah petinggi Hamas. Tentu saja, Tepi Barat yang didominasi Fatah sangat berbahaya bagi keselamatan Hamid.

Kedua partai sudah bertempur sejak Hamas memenangkan pemilihan umum 25 Januari 2006. Fatah yang disokong Amerika Serikat dan Israel tidak rela kekuasaan yang mereka genggam selama empat dekade berpindah tangan.

Alhasil, rezim Hamas yang ketika itu dipimpin Perdana Menteri Ismail Haniyah terus digoyang. Puncaknya, pemerintahan persatuan nasional bubar pada pertengahan Juni dua tahun lalu. Padahal umurnya baru tiga bulan. Selanjutnya, Hamas mengontrol Jalur Gaza sedangkan Fatah menguasai Tepi Barat.

Konflik tidak lantas berhenti. Kedua partai saling menangkapi lawan politik masing-masing. Situasi sulit itulah yang dihadapi Hamid. “Kakak saya ditangkap oleh aparat keamanan yang datang ke rumah,” kata Ahmad. Ironisnya lagi, milisi Fatah yang menahan Hamid kebanyakan masih kerabat dan temannya sendiri.

Selama di tahanan Fatah, Hamid mengaku dapat menyaksikan bagaimana para kerabat dan rekannya yang berkeja untuk Fatah merasa bersalah. Bahkan, beberapa di antara mereka pernah satu sel dengan Hamid di penjara Israel.

Namun Jenderal Khair Ali yang bertanggung jawab atas keamanan di ablus membantah Fatah menangkapi anggota Hamas dengan motif politik. Ia menegaskan, orang-orang Hamas yang ditangkap lantaran memiliki senjata atau terlibat kegiatan militer secara tidak sah.

Ahmad berupaya keras membebaskan kakaknya dengan menggunakan pengaruhnya sebagai pemimpin Fatah di Nablus. Namun tetap saja, Hamid ditahan selama beberapa bulan.

Meski berbeda pandangan, Ahmad dan Hamid sama-sama bertekad melenyapkan penjajahan Israel. Bagi dua kakak adik itu, keluarga tetap prioritas utama, meski keduanya berbeda pandangan poltik. “Orang tua kami melngajarkan keluarga adalah yang utama, tak peduli masalah apapun,” ujar Ahmad.

Hamas dan Fatah seharusnya sadar, konflik di antara mereka telah memecah belah persatuan rakyat Palestina. Tanpa adanya persatuan, Palestina tidak akan pernah merdeka.

BBC/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s