Menapak Jejak Kakak

Adik perempuan Gilad Shalit mendaftar ke wajib militer.

Hadas Shalit

Rabu pekan lalu menjadi salah satu saat paling penting bagi Hadas Shalit. Dua hari menjelang ulang tahun ke-23 kakaknya, Gilad Shalit, yang diculik kelompok pejuang Hamas lebih dari tiga tahun lalu, ia mendaftar untuk mengikuti wajib militer.

Israel memang mewajibkan seluruh warganya yang telah berusia 18 tahun mengikuti wajib militer. Bagi lelaki, mereka harus menjalani itu selama tiga tahun, sedangkan perempuan dua tahun. Hanya saja, wajib militer tidak berlaku bagi pelajar yeshiva (sekolah seminari Yahudi).

Hadas merupakan bungsu dari tiga bersaudara anak pasangan Noam dan Aviva Shalit. Di atasnya ada Yoel dan Gilad merupakan putra sulung. Nasib nahas yang menimpa kakaknya itu ternyata tidak membuat Hadas jeri terhadap militer. Entah disengaja atau tidak, ia bahkan bakal ditempatkan di markas komando “Tentara 71” Ramat HaGolan, barak yang pernah dihuni Gilad.

Seperti serdadu perempuan lainnya, Hadas tidak diutamakan untuk masuk dalam unit tempur. Ia sendiri berminat ditugaskan di bagian kesejahteraan prajurit atau departemen yang menguji mental tentara.

Hadas sebenarnya bisa saja tidak mengikuti wajib militer. “(Namun) ia berpikir penting bagi dirinya menjadi seperti anak-anak muda lain yang peduli terhadap negara,” kata salah satu teman Hadas yang menolak disebutkan identitasnya kepada surat kabar Yediot Ahronot.

Entah bagaimana perasaan Noam dan Aviva Shalit. Nasib Gilad hingga kini belum jelas. Perundingan dengan Hamas yang ditengahi Jerman juga belum menunjukkan hasil. Organisasi yang dicap teroris oleh Amerika Serikat dan Israel itu pernah mensyaratkan pelepasan 1.000 tahanan Palestina sebagai balasan membebaskan Shalit.

Penculikan Shalit inilah yang membuat Israel kembali menggelar operasi militer di Jalur Gaza. Insiden ini berlangsung setelah setahun sebelumnya Negara Zionis itu mengakhiri penjajahannya di wilayah berpenduduk sekitar 1,5 juta itu.

Hanya Tuhan yang tahu kenapa Hadas bersedia mengikuti wajib militer. Ia seolah berniat mengikuti jejak sang kakak. Entah apakah akan berakhir mulus.

Arutz Sheva/Yediot Ahronot/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s