Fulus Judi Permukiman Yahudi

Seorang warga Amerika mendanai proyek permukiman Yahudi dari uang judi.

Kasino milik Irving Moskowitz

Barangkali para petaruh di Hawaiian Gardens tidak pernah tahu menang atau kalah bukan hanya milik mereka. Padahal nasib yang mereka terima di meja judi terasa pula hingga ke Yerusalem Timur, Tepi Barat, yang jaraknya ribuan kilometer dari kota kecil di selatan negara bagian California, Amerika Serikat, itu.

Yang beruntung adalah para pemukim Yahudi, sedangkan yang ketiban sial warga Arab Palestina yang lama mendiami kota suci bagi tiga agama itu, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Hingga kini, Irving Moskowitz yang merupakan pemilik rumah judi itu telah menyumbang US$ 100 juta atau setara Rp 1 triliun untuk pembangunan permukiman orang Yahudi.

Masalah permukiman inilah yang membuat hubungan Amerika dan Israel menegang selama tiga bulan belakangan.  Presiden Amerika Barack Hussein Obama mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menghentikan proyek itu.

Isu itu pula yang disyaratkan Presiden Otoritas Palestina Mahmud Rida Abbas untuk kembali ke meja perundingan. Obama memang berambisi memulai kembali perundingan Palestina dan Israel yang bergulir kembali sejak Konferensi Annapolis dua tahun lalu. Bahkan presiden kulit hitam pertama Amerika ini berani mematok tenggat berdirinya negara Palestina paling lambat tiga tahun mendatang.

Mosklowitz, 81 tahun, memulai bisnis di bidang rumah sakit lantaran profesinya sebagai dokter penyakit dalam. Haluannya berubah pada awal 1969. Ia mulai membeli tanah dan rumah-rumah milik warga Palestina di Yerusalem Timur untuk dijadikan yeshiva (sekolah seminari Yahudi).

Bisnisnya kian mencorong setelah ia mengambil alih rumah judi bingo di Hawaiian Gardens. Pihak kota pun bersedia menerima syarat hanya memperoleh satu persen dari pendapatan Moskowitz yang saban tahun mencapai puluhan juta dolar.

Untuk menyiasati hukum di California, ia mendirikan Yayasan Moskowitz sebagai pengelola bingo itu. Alhasil, penganut Yahudi Ortodoks ini leluasa mentransfer dana jutaan dolat buat mendirikan permukiman Yahudi di Tepi Barat sekaligus terhindar dari kewajiban membayar pajak Amerika.

Imigran asal Polandia ini memang sangat getol menyokong proyek permukiman Yahudi sejak Israel memenangkan Perang Enam Hari 1967. Salah satu lembaga yang menjadi penerima donasi tetap dari dirinya adalah Ateret Cohanim. “Kami pulang, kami sedang berkembang, kami akan membangun dan akan terus melanjutkan itu,” kata Yossi Baumol, mantan direktur pelaksana organisasi itu.

Pada 1985, Moskowitz membeli Hotel Sheperd seharga US$ 1 juta. Aikon bersejarah ini tadinya milik mufti Yerusalem Haji Amin al-Husseini, yang bekerja sama dengan tentara Nazi pada masa Perang Dunia Kedua. Ia berencana meorobhkan hotel itu untuk dibangun 20 apartemen mewah dan satu garasi bawah tanah.

Obama boleh saja menuntut Netanyahu segera menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat. Namun selama rumah judi milik Moskowitz tidak ditutup, proyek-proyek itu bakal terus bermunculan. Seperti kata pegiat hak asasi dari Israel, Rabbi Haim Beliak, Moskowitz berusaha membersihkan etnis Arab di Yerusalem Timur.

ABC/Bloomberg/Guardian/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s