Turun Ranjang Para Janda Gaza

Sebanyak 80 janda menikahi adik iparnya.

Suasana kawin massal di Gaza

Kemeriahan tampak di sebuah pantai di Kota Gaza Sabtu pekan lalu. Bukan untuk bersantai atau menkmati angin laut, orang-orang yang berkumpul saat itu ingin menyaksikan pernikahan massal yang dilakoni seratus janda korban Perang Gaza.

Kawin massal itu berlangsung sederhana. Tidak ada renda mewah atau hiburan. Seluruh pasangan pengantin menikah gratis. Hiasan yang ada cuma spanduk berlambang Hamas. Maklum, seluruh ongkos perhelatan itu ditanggung oleh Taysir, lembaga sosial yang dibentuk oleh kelompok pejuang Hamas. Bahkan tiap mempelai lelaki memperoleh uang insentif US$ 2.800.

Para janda Gaza itu juga tidak memakai busana khusus pengantin. Mereka hanya mengenakan abaya dan jilbab serba hitam. Kebanyakan dari janda-janda itu sudah memiliki anak yang ikut mendampingi bersama kerabat dan kenalan lainnya. Anak lelaki mengenakan setelan hitam dan yang perempuan bergaun putih.

Pasangan-pasangan pengantin massal itu berusia paling tua 25 tahun. Sebanyak 80 janda dinikahi oleh adik ipar mereka atau dengan kata lain turun ranjang. Boleh jadi, bonus ribuan dolar itulah yang membuat mereka tertarik.

Maklum, sejak Israel memblokade Jalur Gaza, para pemuda Gaza kesulitan mencari kerja di negara Zionis itu. Bahkan, isolasi terhadap wilayah berpenduduk sekitar 1,5 juta itu telah memaksa 900 pabrik bangkrut. Akibatnya ratusan ribu orang terpaksa menganggur.

Namun salah seorang pengantin lelaki yang menolak disebutkan identitasnya membantah tudingan itu. “Saya percaya saya memang orang yang harus merawat istri kakak saya dan anak-anak mereka,” katanya kepada surat kabar Qatar, The Gulf Times.

Sebenarnya ini bukan nikah massal pertama yang diselenggarakan Hamas. Dalam dua pekan terakhir, organisasi yang dicap teroris oleh Amerika Serikat dan Israel itu sudah dua kali menggelar acara serupa. Yang terbesar, terjadi di Stadion Nablus yang melibatkan 452 pasangan.

Dalam waktu dekat Hamas bakal menikahkan 32 pasangan lagi di kawasan Syekh Radwan. Menurut rencana, akhir bulan ini akan berlangsung kawin massal  bagi pasangan tuna netra, yang pertama di Timur Tengah.

Menurut Umm Asyraf Sayim, kawin massal sudah lazim di Gaza. “Kadang acara itu dibuat bagi orang-orang yang tidak punya uang untuk menggelar resepsi,” ujar ibu yang berputrakan seorang pejabat Hamas ini kepada The Media Line.

Memang sebagian besar pengantin lelaki sudah menikah. Namun para janda itu tidak peduli meski harus menjadi istri kedua, ketiga, atau keempat. Yang penting,  ia dan anak-anaknya ada yang mengurus.

Arutz Sheva/Jerusalem Post/Faisal Assegaf

One thought on “Turun Ranjang Para Janda Gaza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s