Membunuh Demi Kehormatan Keluarga

Pelakunya paling lama dipenjara hanya tiga tahun.

Seorang tahanan di Penjara Saraya, Kota Gaza

Harga sebuah kehormatan sering membuat orang geleng-geleng kepala. Tak jarang, orang tega menghilangkan nyawa orang lain atau bahkan saudara sendiri hanya untuk mempertahankan kehormatan.

Tradisi seperti ini juga berlaku di pelbagai negara Arab, termasuk di Jalur Gaza. Demi kehormatan keluarga, perempuan yang hamil di luar nikah wajib dibunuh. Biasanya, pelaku adalah saudara lelakinya atau ayahnya.

Seperti yang diperbuat seorang lelaki berinisial M.M.dari kawasan Syekh Radwan, utara Kota Gaza. Pria 34 tahun ini tidak pernah menyesal telah membunuh adiknya lantaran ketahuan mengandung anak hasil hubungan badan dengan pacarnya.

Ia baru saja keluar dari penjara setelah mendekam selama tiga tahun. Menurut dia, nyawa adiknya merupakan harga yang pantas untuk memelihara kehprmatan keluarganya. “Saya melindungi kehormatan dan kedudukan keluarga saya dan sekarang saya dapat melangkah di jalan dengan kepala tegak,” kata M.M. yang bahkan menolak menyebutkan nama depannya saja.

Hukum yang berlaku di Palestina menetapkan hukuman penjara untuk kasus pembunuhan atas nama kehormatan paling lama tiga tahun. Sedangkan pembunuhan tingkat satu diancam kurungan seumur hidup.

Hukuman ringan itulah yang membuat prihatin organisasi pemantau hak asasi. Sebab itu, salah satu pegiat, Mona al-Shawa mendesak Otoritas Palestina segera menaikkan hukuman bagi pelaku pembunuhan demi kehormatan keluarga. Ia menyayangkan tradisi dan budaya yang selalu membebankan tanggung jawab kehormatan keluarga kepada perempuan. “Sebaliknya, laki-laki jarang dihukum karena perbuatan tidak bermoral,” ujarnya.

Meski begitu, kata ahli sosiologi Dr. Fadil Abu Hin, para pembunuh atas nama kehormatan keluarga sering mengalamai depresi dan keraguan. Dalam banyak kasus, keluarga memilih menjaga kerahasiaan atas aib yang menimpa ketimbang harus membunuh kerabatnya sendiri.

Menurut laporan Komisi Independen bagi Hak Asasi (ICHR) yang bermarkas di Gaza, tahun ini sudah tujuh perempuan yang menjadi korban pembunuhan demi kehormatan. Meroket ketimbang tahun sebelumnya yang cuma dua orang. Sedangkan korban pada 2007 delapan perempuan.

Xinhua/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s