Bermusik Demi Tuhan

Sebuah grup rock asal Israel mengusung konsep religius.

Gadis-gadis Israel di sebuah konser musik

Banyak cara untuk berdakwah, termasuk melalui musik. Cara seperti itulah yang dipilih Ashira, kelompok band beraliran rock asal Israel beranggotakan enam perempuan muda dari kalangan Yahudi Ortodoks, yang terdiri atas vokalis, penggebuk drum, basis, gitaris, pemain biola, dan peniup seruling.

Band yang berdiri tiga tahun lalu ini tampil dengan konsep bernafaskan agama. Mereka hanya mau tampil di hadapan penonton yang semuanya perempuan. Aturan ini sesuai dengan norma agama Yahudi, yakni kaum lelaki diharamkan mendengar suara perempuan bernyanyi.

Karena itu, tidak aneh saat mereka manggung di auditorium kampus Universitas Bar-Ilan, 150 penonton yang hadir seluruhnya perempuan. Para penonton sangat menikmati 90 menit penampilan Ashira. Mereka bergoyang mengikuti irama musik campuran rock, blues, dan musik Irlandia. Sambil menggerakan kedua tangan dari kiri ke kanan di atas kepala, perempuan-perempuan itu ikut bernyanyi.

Sebuah insiden sempat terjadi pada konser di kawasan Ramat Gan, pinggiran Ibu Kota Tel Aviv, Jumat pekan lalu itu. Panitia penyelenggara mengusir seorang lelaki yang berhasil masuk auditorium lantaran penasaran ingin melihat penampilan Ashira.

Menurut Navea Mashraki, penulis lagu religius, Ashira merupakan sebuah konsep baru dalam bermusik. “Apa yang kami, perempuan-perempuan religius, harus lakukan adalah membawa sesuatu yang baru tanpa melanggar tradisi,” kata wanita 29 tahun ini.

Tema lagu-lagu mereka dalam bahasa Ibrani berasal dari ajaran Taurat. Dalam album terbaru mendatang akan ada label peringatan bagi lelaki untuk tidak membeli cakram padat mereka. Inbar Presser, 22 tahun, yang memegang bas, mengaku merasa tidak nyaman jika harus tampil di depan penonton pria. “Kami senang bisa memberikan tempat khusus perempuan untuk bernyanyi dan menari dengan bebas,” ujarnya.

Saking salehnya, tiga anggota band yang sudah menikah pun menutup kepala mereka dengan kerudung. Kartu nama mereka bertulisan “Dengan pertolongan Tuhan” di satu sisi dan “Hanya buat perempuan” di pojok lain.

Meski mendasarkan semua hal pada agama, popularitas Ashira kian menanjak. Penggemar fanatik mereka terus bertambah saban tahun. Hingga kini mereka sudah mengeluarkan delapan album yang semuanya berbahasa Ibrani.

Ashira, dari bahasa Ibrani yang berarti saya akan menyanyi akan terus berkiprah dalam musik Israel. Bukan sekadar menghibur para perempuan Yahudi, tapi juga ikut berdakwah.

AP/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s