Ketika Rap Mengentak Gaza

Perkenalkan! The Darg Team, grup rap ternama dari Gaza.

Penyanyi rap dari Gaza

Banyak orang percaya musik dapat menghibur hati yang sedih dan bisa membuat orang melupakan sejenak penderitaan yang mereka alami. Prinsip ini pula yang dianut enam pemuda lajang dari Jalur Gaza, yakni Sami, Antar, Bassam, Ahmad, Muhammad Masri, dan Ma’ruf.

Lewat musik rap, mereka tidak sekadar menikmati hidup di tengah krisis kemanusiaan yang melanda wilayah berpenduduk sekitar 1,5 juta itu. Antar dan kelima rekannya juga optimistis dengan masa depan mereka. Padahal banyak pemuda Gaza pergi mencari kehidupan lebih baik di negeri orang.

Wartawan BBC yang menemui mereka, kecuali Ma’ruf yang sedang belajar untuk ujian kampusnya, mengaku terkesan oleh cara mereka memandang hidup. “Kami mencintai Gaza,” kata Antar, yang pekan lalu sedang santai di sebuah kafe yang masih sepi pengunjung di Kota Gaza. Selain sebagai mahasiswa, mereka menjadi sukarelawan bagi Bulan Sabit Merah Palestina.

Grup rap The Darg Team yang mereka bentuk lima tahun lalu sekarang sudah terkenal tidak hanya di seantero Gaza. Sekali manggung, sekitar 700 remaja lelaki dan perempuan hadir, meski duduk terpisah.

Awalnya memang sulit lantaran sebagaian besar warga Gaza membenci segala hal berbau Barat. Bahkan keluarga pun sempat menolak pilihan musik yang mereka mainkan. “Karena kami menampilkan sebuah musik baru di Gaza, kami harus menjelaskan bahwa kami tidak seperti orang Amerika,” ujar Antar.

Agar dapat diterima penduduk Gaza, Darg Team menciptakan lirik dan irama musik yang bersentuhan dengan kehidupan di sana. Lagu-lagu terbaru mereka bercerita soal agresi militer ke wilayah itu. Serbuan besar-besaran selama 22 hari sejak 27 Desember tahun lalu itu telah meluluh-lantakkan Gaza dan menewaskan lebih dari 1.300 orang, yang setengahnya anak-anak dan perempuan.

Seluruh anggota Darg Team pun ikut bersembunyi selama Perang Gaza. Selama tiga jam saban hari mereka mengisap shisha bersama-sama untuk menghibur diri. Sebab, ketika itulah militer Israel menghentikan serangannya.

Antar dan anggota bandnya bertekad bertahan di gaza, walau belum ada tanda-tanda Israel akan mencabut blokade yang berlangsung sejak Hamas berkuasa pada pertengahn Juni 2007. Bahkan Sami telah menolak kesempatan tinggal di Norwegia. “Masih ada banyak hal yang bisa dikerjakan di Gaza selain bertempur,” kata Bassam.

Meski sudah berhasil menghibur warga Gaza, Darg Team masih memiliki satu misi khusus: tampil di luar negeri untuk menceritakan bagaimana negara Zionis itu telah menciptakan neraka di sana.

BBC/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s