Khayalan Damai Paus Benediktus

Dialog agama yang dihadiri Paus rusuh.

Paus Benediktus XVI berdoa di Tembok Ratapan

Pantas saja pemimpin umat Katolik Paus Benediktus XVI berharap dan berdoa perdamaian dapat terwujud antara Palestina dan Israel. Di hari pertama lawatannya di negara Zionis itu, ia menyaksikan sendiri konflik menahun antara kaum Yahudi dan Muslim.

Insiden itu terjadi Senin malam lalu dalam acara dialog antara pemuka Yahudi, mulsim, dan Kristen di Intitut Kepausan Notre Dame, Yerusalem. Semua berawal dari pidato sepuluh menit Hakim Ketua Pengadilan Syariah Otoritas Palestina Syekh Taysir Tamimi.  

Di depan Paus kelahiran Jerman itu, Tamimi menyebut Israel telah membunuh anak-anak di Jalur Gaza, menghancurkan rumah-rumah warga Palestina dan masjid-masjid. Dengan berapi-api, ia menyerukan umat Kristen dan Muslim bersatu melawan Israel.

Beberapa pemuka agama Kristen berupaya menghentikan pidato Tamimi secara sopan. Namun Tamimi terus melanjutkan sambutan yang ditulis dalam bahasa Arab itu. Ketika selesai, sejumlah tepuk tangan terdengar dari beberapa lusin hadirin dari ratusan yang datang. Ia juga menolak bersalaman dengan kepala rabbi Yisrael Meir Lau.

Paus Benediktus, 81 tahun kelihatan tidak senang dengan ucapan Tamimi. Ia keluar sebelum acara selesai, namun sempat menyalami Tamimi. Beberepa orang yang tidak mengerti bahasa Arab juga mafhum Tamimi sedang menyerang negara Yahudi itu.

Boleh jadi, lelaki bernama asli Joseph Alois Ratzinger ini kecewa seruan damainya dianggap angin lalu. Padahal sebelum Tamimi, Paus menyerukan pentingnya agama dan kebenaran untuk memajukan pemahaman antarmanusia. Bahkan saat menjejakkan kaki pertama kali di Bandar Udara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, ia menyerukan solusi dua negara untuk menciptakan perdamaian Palestina dan Israel.

Kemarin pagi, ia kembali berdoa untuk perdamaian di Kotel (Tembok Ratapan dalam bahasa Ibrani). “Tuhan Abraham, Isaac, dan Jacob,….kirimkan damai-Mu di Tanah Suci (Yerusalem), Timur Tengah, seluruh manusia,” kata Paus dalam doa tertulis yang ia selipkan di sela retakan Kotel.

Paus boleh saja berdoa ribuan kali. Namun hanya Tuhan yang dapat mengubah pendirian keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tidak berniat membantu berdirinya negara Palestina.

Jerusalem Post/NYT/Reuters/Yediot Ahronot/Faisal Assegaf

3 thoughts on “Khayalan Damai Paus Benediktus

  1. Memang untuk bisa mewujudkan ‘Tanah Perjanjian’ Israel dan Palestina ini menjadi tanah yg aman damai sejahtera bagi penduduknya diperlukan kerjasana saling bergandengan tangan antara ketiga komunitas umat TUHAN Allah Abraham/Ibrahim dan Israel/Yakub ini (Yahudi – Kristen – Islam) yg diberkati dan dirahmati Allah, ………
    Sungguh di puncak Bukit Moria di Yerusalem ini terdapat Batu Suci atau ‘Batu Penjuru’/’Batu Sakrah’/’Batu Putih’/’Batu Sara’ seperti halnya ‘Batu Hitam’/’Hajar Aswad’ yg menempel di dinding Ka’bah di Bait Suci Allah di Mekah yg hanya bisa disentuh atau dicium dari jauh saja oleh umat-Nya, ……….
    Terhadap batu berwarna putih yg sangat suci tsb, janganlah kita jadikan sebagai ‘Batu Sandungan’ sehingga membuat umat-umat-Nya (Yahudi – Kristen – Islam) hancur lebur karena tertimpa batu yg suci tsb, ……… Mari kita jadikan sebagai ‘Batu Sentuhan’ saja karena ia merupakan batu pijakan para nabi/rasul/orang-orang suci-Nya untuk memasuki Kerajaan Surga-Nya di langit yg berlapis tujuh, ………..Batu Surga yg berwarna putih tsb adalah simbol/gambaran dari Ibu Sara isteri Bapa Abraham/Nabi Ibrahim yg pertama yg sangat cantik berkulit putih yg melahirkan Nabi Ishak, dan kemudian lahirlah cucunya Nabi Yakub/Israel, …….. Batu dari Surga yg sangat suci mulia tsb sbg tempat ‘One Step To Heaven’, ……… karena dari sana kita semua diperkenankan untuk memasuki Kerajaan Surga-Nya asalkan mempunyai hati/roh/qolbu yg suci/kudus yg telah dibersihkan dari segala macam dosa/kekotoran/kejahatan hati/jiwa, ………
    Ya TUHAN Alllah semesta alam, hujanilah kami semua dengan Roh-Roh-Mu yg suci, ……… Biarlah semua makhluk-Mu bisa hidup berdampingan dengan aman tenteram di muka bumi ini, ……… Singa/harimau maupun beruang bisa makan rumput bersama lembu/sapi di sana, ……. Macan tutul dan serigala/anjing bisa hidup berdampingan dengan domba/kambing, ……. Anak-anak ataupun bayi bisa bermain dengan ular tedung/beludak tanpa takut disakiti, ……… Karena kesemuanya takut kepada-Mu ada di hati kami dan mencintai makhluk-Mu ada di batin kami sehingga ketenangan kedamaian kesejahteraan meliputi langit dan bumi ini, ……. Amin YRA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s